Showing posts with label AC MILAN. Show all posts
Showing posts with label AC MILAN. Show all posts

Tuesday, January 17, 2012

ALEXANDER MERKEL KEMBALI KE AC MILAN

Alexander Merkel


AC Milan akhirnya menarik kembali gelandang muda mereka asal Jerman, Alexander Merkel yang mereka pinjamkan ke Genoa selama enam bulan.


Hari Selasa (17/1) waktu setempat, pihak Rossoneri melalui situs resmi mereka mengumumkan kalau pemain asal Jerman itu sudah resmi kembali.


Kembalinya Merkel bukan tanpa konsekuensi. Milan harus melepas satu pemainnya untuk kembali dipinjamkan ke Genoa, dan kemungkinan besar pemain itu adalah Taye Taiwo.


Merkel bergabung dengan Milan pada 2008 dan membuat debut resminya dua tahun kemudian. Genoa menjalin hak kepemilikan bersama dengan Milan dan meminjam Merkel sejak awal musim sampai akhir musim ini. Merkel pindah dari Milan menuju Genoa dengan status kepemilikan bersama. Saat itu, Merkel menjadi bagian transfer Stephen El Shaarawy.


Keputusan Milan menarik kembali Merkel ini tak terlepas dari bakal absennya Alberto Aquilani dan Gennaro Gattuso selama sebulan, sementara Philippe Mexes bakal absen selama delapan minggu.


Selain memanggil Merkel, Milan juga diberitakan sejumlah media Italia hampir mendapatkan bek Lecce, Djamel Mesbah. Bek yang juga bisa berposisi sebagai gelandang ini diproyeksikan mengisi posisi Philippe Mexes.

Thursday, January 12, 2012

GOL-GOL IBRAHIMOVIC SELAMA DI AC MILAN

Zlatan Ibrahimovic


Berikut adalah perolehan gol Ibrahimovic selama di AC Milan hingga 31 Desember 2011 :



MUSIM 2010-2011




  • SERIE A ITALIA (Waktu Italia) 
22.09.2010 LAZIO 1-1 MILAN
JUMLAH GOL : 1 Menit 66
25.09.2010 MILAN 1-0 GENOA
JUMLAH GOL : 1 Menit 49
24.10.2010 NAPOLI 1-2 MILAN
JUMLAH GOL : 1 Menit 72
30.10.2010 MILAN 1-2 JUVENTUS
JUMLAH GOL : 1 Menit 82
10.11.2010 MILAN 3-1 PALERMO
JUMLAH GOL : 1 Menit 77
14.11.2010 INTER 0-1 MILAN
JUMLAH GOL : 1 Menit 5 (pen)
21.11.2010 MILAN 1-0 FIORENTINA
JUMLAH GOL : 1 Menit 45
05.12.2010 MILAN 3-0 BRESCIA
JUMLAH GOL : 1 Menit 31
12.12.2010 BOLOGNA 0-3 MILAN
JUMLAH GOL : 1 Menit 60
09.01.2011 MILAN 4-4 UDINESE
JUMLAH GOL : 1 Menit 90
16.01.2011 LECCE 1-1 MILAN
JUMLAH GOL : 1 Menit 49
23.01.2011 MILAN 2-0 CESENA
JUMLAH GOL : 1 Menit 90
29.01.2011 CATANIA 0-2 MILAN
JUMLAH GOL : 1 Menit 85
28.02.2011 MILAN 3-0 NAPOLI
JUMLAH GOL : 1 Menit 50 (pen)
Total jumlah gol Ibrahimovic musim 2010-2011 di kompetisi Serie A Italia adalah 14 gol
  • LIGA CHAMPIONS EROPA (Waktu Eropa)
15.09.2010 MILAN 2-0 AUXERRE
JUMLAH GOL : 2 Menit 66 dan 69
28.09.2010 AJAX 1-1 MILAN 
JUMLAH GOL : 1 Menit 37
23.11.2010 AUXERRE 0-2 MILAN
JUMLAH GOL : 1 Menit 64
Total jumlah gol Ibrahimovic musim 2010-2011 di kompetisi Liga Champions Eropa adalah 4 gol
  • COPPA ITALIA (Waktu Italia)
20.01.2011 MILAN 3-0 BARI 
JUMLAH GOL : 1 Menit 19
20.04.2011 MILAN 2-2 PALERMO 
JUMLAH GOL : 1 Menit 4
10.05.2011 PALERMO 2-1 MILAN 
JUMLAH GOL : 1 Menit 90+4
Total jumlah gol Ibrahimovic musim 2010-2011 di kompetisi Coppa Italia adalah 3 gol


TOTAL JUMLAH GOL IBRAHIMOVIC MUSIM 2010-2011 ADALAH 21 GOL


MUSIM 2011-2012
  • SERIE A ITALIA hingga 31 Desember 2011 (Waktu Italia)
20.12.2011 CAGLIARI 0-2 MILAN 
JUMLAH GOL : 1 Menit 61
09.09.2011 MILAN 2-2 LAZIO 
JUMLAH GOL : 1 Menit 29
26.10.2011 MILAN 4-1 PARMA 
JUMLAH GOL : 1 Menit 73
29.10.2011 ROMA 2-3 MILAN 
JUMLAH GOL : 2 Menit 17 dan & 78
06.11.2011 MILAN 4-0 CATANIA 
JUMLAH GOL : 1 Menit 7 (pen)
27.11.2011 MILAN 4-0 CHIEVO
JUMLAH GOL : 2 Menit 16 dan 44 (pen)
02.12.2011 GENOA 0-2 MILAN 
JUMLAH GOL : 1 Menit 56 (pen)
11.12.2011 BOLOGNA 2-2 MILAN
JUMLAH GOL : 1 Menit 72 (pen)
17.12.2011 MILAN 2-0 SIENA
JUMLAH GOL : 1 Menit 64 (pen)
Total jumlah gol Ibrahimovic musim 2011-2012 di kompetisi Serie A Italia hingga 31 Desember 2011adalah 11 gol
  • LIGA CHAMPIONS EROPA (Waktu Eropa)
28.09.2011 MILAN 2-0 VIKTORIA PLZEN
JUMLAH GOL : 1 Menit 53 (pen)
19.10.2011 MILAN 2-0 BATE BORISOV 
JUMLAH GOL : 1 Menit 33
01.11.2011 BATE BORISOV 1-1 MILAN 
JUMLAH GOL : 1 Menit 22
23.11.2011 MILAN 2-3 BARCALONA 
JUMLAH GOL : 1 Menit 20
Total jumlah gol Ibrahimovic musim 2011-2012 di kompetisi Liga Champions Eropa hingga 31 Desember 2011adalah 4 gol
  • SUPER COPPA ITALIA (Waktu Beijing)
06.08.2011 MILAN 2-1 INTER
JUMLAH GOL : 1 Menit 60
Total jumlah gol Ibrahimovic musim 2011-2012 di kompetisi Super Coppa Italia adalah 1 gol


TOTAL JUMLAH GOL IBRAHIMOVIC MUSIM 2011-2012 (Hingga 31 Desember 2011) ADALAH 16 GOL

Wednesday, January 11, 2012

SKUAD AC MILAN DARI TAHUN KE TAHUN (1899-1910)



Berikut adalah skuad AC Milan sejak 1899-1910 :
  • MUSIM 1899 - 1900
NAMA : Milan Football and Cricket Club (M.F.B.C.C.)
ALAMAT : Fiaschetteria Toscana - via Berchet, 1 - MILANO 
ALLISON DAVID; CIGNAGHI, DAVIES SAMUEL RICHARD; DUBINI ANTONIO; FORMENTI ATTILIO; HOOD HOBERLIN; KILPIN HERBERT (Capt); LIES KURT; NEVILLE PENVHYN LLEWELLYN; TORRETTA LORENZO; VALERIO GUIDO 
Pelatih : Herbert Kilpin 
PRESIDEN : Alfred Ormonde Edwards
  • MUSIM 1900 - 1901 (SCUDETTO PERTAMA)
Skuad 1900-1901
NAMA : Milan Football and Cricket Club (M.F.B.C.C.) 
ALAMAT : Fiaschetteria Toscana - via Berchet, 1 - MILANO 
ALLISON DAVID; ANGELONI I DANIELE; COLOMBO GUERRIERO; DAVIES SAMUEL RICHARD; GADDA CATULLO; HOOD HOBERLIN; KILPIN HERBERT (Capt); LIES KURT; NEGRETTI ETTORE; NEVILLE PENVHYN LLEWELLYN; RECALCATI AGOSTINO; SUTER HANS HEINRICH; WAGNER LUIGI 
Pelatih : Herbert Kilpin 
PRESIDEN : Alfred Ormonde Edwards
  • MUSIM 1901 - 1902
Skuad 1901-1902
NAMA : Milan Football and Cricket Club (M.F.B.C.C.) 
ALAMAT : Fiaschetteria Toscana - via Berchet, 1 - MILANO 
ANGELONI I DANIELE; DAVIES SAMUEL RICHARD; DUBINI ANTONIO; ERMOLLI GIULIO; FERRARESE CARLO; KILPIN HERBERT (Capt); MADLER JOHANN FERDINAND; NEGRETTI ETTORE; SUTER HANS HEINRICH; WADW EDWARD; WAGNER LUIGI 
Pelatih : Herbert Kilpin 
PRESIDEN : Alfred Ormonde Edwards
  • MUSIM 1902 - 1903
Skuad 1902-1903
NAMA : Milan Football and Cricket Club (M.F.B.C.C.) 
ALAMAT : Fiaschetteria Toscana - via Berchet, 1 - MILANO 
ANGELONI I DANIELE; CARTIER ALFRED PAUL; CEDERNA GIULIO; COLOMBO GUERRIERO; ERMOLLI GIULIO; GALLI DOMENICO; GREGOLETTO GUIDO; KILPIN HERBERT (Capt); MESCHIA ANDREA; SUTER HANS HEINRICH; WALTY PAUL ARNOLD 
Pelatih : Herbert Kilpin 
PRESIDEN : Alfred Ormonde Edwards
  • MUSIM 1903 - 1904
Skuad 1903-1904
NAMA : Milan Football and Cricket Club (M.F.B.C.C.) 
ALAMAT : Fiaschetteria Toscana - via Berchet, 1 - MILANO 
ANGELONI I DANIELE; CANFARI II ENRICO FRANCESCO PIO; CEDERNA GIULIO; COLOMBO GUERRIERO; ERMOLLI GIULIO; KILPIN HERBERT (Capt); HABERLIN ALFRED; MODA I GUIDO; PEDRONI I GUIDO; SALA ANTONIO; SCOTTI UMBERTO; SUTER HANS HEINRICH; WALTY PAUL ARNOLD 
Pelatih : Herbert Kilpin 
PRESIDEN : Alfred Ormonde Edwards
  • MUSIM 1904 - 1905
Skuad 1904-1905
NAMA : Milan Football and Cricket Club (M.F.B.C.C.) 
ALAMAT : Fiaschetteria Toscana - via Berchet, 1 - MILANO 
ANGELONI I DANIELE; BIANCHI LUIGI; CARRER GUSTAVO; CEDERNA GIULIO; COLOMBO GUERRIERO; ERMOLLI GIULIO; FIRPI ATTILIO; KILPIN HERBERT (Capt); PEDRONI I GUIDO; RIZZI GIUSEPPE; SUTER HANS HEINRICH; TRERE' I ALESSANDRO 
Pelatih : Herbert Kilpin 
PRESIDEN : Alfred Ormonde Edwards
  • MUSIM 1905 - 1906 (SCUDETTO KE-2)
Skuad 1905-1906
NAMA : Milan Football and Cricket Club (M.F.B.C.C.) 
ALAMAT : Fiaschetteria Toscana - via Berchet, 1 - MILANO 
BOSSHARD ALFRED; COLOMBO ATTILIO; COLOMBO GUERRIERO; GIGER OSCAR JOSEPH; HEUBERGER HANS MAYER; KILPIN HERBERT (Capt); KNOOTE FRANCOIS MENNO; MALVANO UMBERTO; MESCHIA ANDREA; MODA I GUIDO; PEDRONI I GUIDO; RIZZI GIUSEPPE; SALA ANTONIO; TRERE' I ALESSANDRO; TRERE' II ATTILIO; WIDMER ERNST 
Pelatih : Herbert Kilpin 
PRESIDEN : Alfred Ormonde Edwards
  • MUSIM 1906 - 1907 (SCUDETTO KE-3)
Skuad 1906-1907
NAMA : Milan Football and Cricket Club (M.F.B.C.C.) 
ALAMAT : Fiaschetteria Toscana - via Berchet, 1 - MILANO 
BOSSHARD ALFRED; COLOMBO ATTILIO; HAUSER GUSTAV; IMHOFF HANS WALTER; KILPIN HERBERT (Capt); MADLER JOHANN FERDINAND; MESCHIA ANDREA; MODA I GUIDO; PARISINI CAMILLO; PEDRONI II VITTORIO; PIAZZA GIAN GUIDO; RADICE GEROLAMO; TRERE' I ALESSANDRO; TRERE' II ATTILIO; WIDMER ERNST 
PELATIH :   Daniele Angeloni I 
PRESIDEN : Alfred Ormonde Edwards
  • MUSIM 1907 - 1908
Skuad 1907-1908
NAMA : Milan Football and Cricket Club (M.F.B.C.C.) 
ALAMAT : Fiaschetteria Toscana - via Berchet, 1 - MILANO 
Alfred Bosshard, Attilio Colombo, Hans Walter Imhoff, Johann Ferdinand Madler, Andrea Meschia, Vittorio Pedroni II, Gerolamo Radice (capt), Alessandro Trerè I, Attilio Trerè II
Pelatih :  Giannino Camperio II 
PRESIDEN : Alfred Ormonde Edwards
  • MUSIM 1908 - 1909
Skuad 1908-1909
NAMA : Milan Football and Cricket Club (M.F.B.C.C.) 
ALAMAT : Fiaschetteria Toscana - via Berchet, 1 - MILANO 
BARBIERI LUIGI; BIANCHI CARLO; COLOMBO ATTILIO; ERMOLLI GIULIO; FORLANO LUIGI; LAICH MAX; LANA PIERO; MADLER JOHANN FERDINAND; MARIANI EDOARDO; MESCHIA ANDREA; PEDRONI II VITTORIO; RADICE GEROLAMO (Capt); SALA MARCO; SCARIONI II ALESSANDRO; TRERE' II ATTILIO 
PELATIH : Giannino Camperio II 
PRESIDEN : Alfred Ormonde Edwards
  • MUSIM 1909 - 1910
Skuad 1909-1910
NAMA : Milan Football and Cricket Club (M.F.B.C.C.)
ALAMAT : Birreria Spatenbrau - via U. Foscolo, 2 - MILANO 
BARBIERI LUIGI; BOSSHARD ALFRED; BRIOSCHI ACHILLE; CARRER GUSTAVO; CEVENINI I ALDO; COLOMBO ATTILIO; DE VECCHI RENZO; DIMENT JACK B.; ERMOLLI GIULIO; GASLINI LORENZO; HEIM HEINRICH; HUNZICKER ALBERT; LANA PIETRO; MAC CORMACK THOMAS S.; MARIANI EDOARDO; MAYER OTTO; MODA I GUIDO (Capt); OTT EDI; PEDRONI II VITTORIO; POZZO VITTORIO; SALA MARCO; SCARIONI II ALESSANDRO 
PELATIH : Giannino Camperio II
PRESIDEN : Piero Pirelli I 

Saturday, January 7, 2012

MANTAN PEMAIN AC MILAN YANG PERNAH MEMBELA TIM AZZURI

Scudetto 18
Berikut adalah nama-nama mantan pemain AC MILAN yang pernah membela TIMNAS ITALIA :


ABBIATI Christian..ALBERTINI Demetrio..ALTAFINI José Joao..AMBROSINI Massimo..ANCELOTTI Carlo..ANNOVAZZI Carlo..ANQUILLETTI Angelo Mario


BAGGIO Roberto..BARESI Franco..BATTISTINI Sergio..BEAN Gastone..BENETTI Romeo..BERGAMASCHI Mario..BOFFI Aldo..BONERA Daniele..BONETTI..Dario BONOMI..Andrea BORRIELLO..Marco BROCCHI..Cristian BUFFON..Lorenzo BURIANI..Ruben BURINI..BUSCAGLIA Pietro


CAPELLO Fabio..CAPRA Egidio..CARAPELLESE Riccardo..CARRER Gustavo..CEVENINI Aldo..CHIARUGI Luciano..COCOFrancesco..COLLOVATI Fulvio..COSTACURTA Alessandro


DE VECCHI Renzo..DONADONI Roberto


ERANIO Stefano..EVANI Alberigo


FONTANA Alfio..FRIGNANI Amleto


GALLI Carlo..GATTUSO Gennaro Ivan..GHEZZI Giorgio..GILARDINO Alberto..GROSSO Pietro


INZAGHI Flippo


LANA Piero..LENTINI Gianluigi..LODETTI Giovanni..LOVATI Cesare


MAGNOZZI Mario..MALATRASI Saul..MALDERA Aldo..MALDINI Cesare..MALDINI Paolo..MASSARO Daniele


NESTA Alessandro..NOVELLINO Walter Alfredo


ODDO Massimo


PANCARO Giuseppe..PANUCCI Christian..PIRLO Andrea..PRATI Pierino


RADICE Luigi..RICAGNI Eduardo..RIVERA Gianni..RIZZI Giuseppe..ROSATO Roberto..ROSSI Paolo


SABADINI Giuseppe..SALA Marco..SALVADORE Sandro..SCHIAFFINO Juan Alberto..SGARBI Abdon..SILVESTRI Arturo..SIMONE Marco


TASSOTTI Mauro..TOGNON Omero..TRAPATTONI Giovanni..TREBBI Mario..TRERE' Attilio


VIERI Christian


ZAMBROTTA Gianluca..ZECCHINI Luciano

Thursday, December 22, 2011

AC MILAN TAK PERNAH KALAH SEPANJANG TAHUN 2011

Sepanjang tahun 2011, untuk laga Serie A, AC Milan tak pernah kalah saat maen di kandang, baik di paruh kedua musim lalu ataupun di paruh pertama musim ini. 13 kemenangan dan 5 seri telah dicatat di San Siro dengan 46 gol yang telah dicetak, 8 gol dicetak oleh Robinho. 


Kekalahan di kandang memang paling menyakitkan. Tapi tahun ini San Siro telah menjadi sebuah benteng kokoh dan ditakuti oleh lawan yang bertandang ke San Siro. Klub Serie A yang terakhir kali mengalahkan AC Milan di San Siro adalah AS Roma (0-1). Setelah kekalahan itu, awal tahun 2011 AC Milan mulai bangkit, dan hasilnya cukup memuaskan. Sepanjang tahun 2011 AC Milan mencatat rekor kandang baru di Serie A yaitu tidak pernah kalah di San Siro. 13 kemenangan dan 5 seri.


Kemenangan di San Siro tahun 2011:
Milan-Cesena 2-0
Milan-Parma 4-0
Milan-Napoli 3-0
Milan-Inter 3-0
Milan-Sampdoria 3-0
Milan-Bologna 1-0
Milan-Cagliari 4-1
Milan-Cesena 1-0
Milan-Palermo 3-0
Milan-Parma 4-1
Milan-Catania 4-0
Milan-Chievo 4-0
Milan-Siena 2-0


Hasil imbang di San Siro tahun 2011:
Milan-Udinese 4-4
Milan-Lazio 0-0
Milan-Bari 1-1
Milan-Lazio 2-2
Milan-Udinese 1-1


Selisih gol : + 36
46 gol memasukkan
10 gol kemasukan


Dari 46 gol yang dicetak, 8 gol dicetak oleh Robinho.

NESTA INGIN MENGAKHIRI KARIRNYA BERSAMA AC MILAN

Alessandro Nesta
Bek AC Milan Alessandro Nesta (35) mengonfirmasi bahwa dirinya ingin ingin mengakhiri karir profesionalnya bersama AC Milan dengan cara yang terhormat. Nesta mengaku akan bangga jika bisa gantung sepatu di klub sebesar AC Milan. 


“Saya ingin mengakhiri karir dengan cara yang terhormat, kemungkinan besar di Milan. Di sini, levelnya sangat tinggi, dan Anda bermain setiap tiga hari sekali. Mungkin saya akan memotong komitmen saya, dan bermain satu kali tiap pekan sudah cukup,” ungkap Nesta.


“Sepakbola adalah hidup saya. Bahkan, ketika makan saya masih menyaksikan pertandingan sepakbola di televisi. Terlepas dari cedera yang saya alami, saya puas dengan karier saya, sepakbola telah memberi saya segalanya. Saya mendapat banyak sekali kepuasan,” kata Nesta seperti dilansir Football-Italia, Jumat (23/12/2011).


Nesta bergabung dengan Rossoneri dari Lazio pada 2002 lalu dengan transfer 39 juta euro. Nesta menerima pinangan Milan dan meninggalkan Lazio demi membantu klub tersebut keluar dari belitan masalah keuangan.


Alessandro Nesta berkarir selama 19 tahun di dunia sepakbola. Selama karirnya Nesta telah berhasil memenangkan segalanya, mulai dari gelar Serie A, Liga Champions, hingga Piala Dunia.
Sepanjang kariernya, Nesta berhasil memenangkan 19 trofi.


Kontrak Nesta bersama AC Milan akan berakhir pada musim depan (30 Juni 2012) dan saat ini Nesta sedang memulihkan cedera paha. Nesta diperkirakan kembali ke lapangan setelah pergantian tahun.

Thursday, December 15, 2011

DEMI AC MILAN, BOATENG TINGGALKAN TIMNAS GHANA

Kevin Prince Boateng "KPB 27"
Kevin-Prince Boateng mengungkapkan alasan di balik keputusan mundur dari tim nasional Ghana beberapa waktu lalu, yakni demi menggapai kesuksesan bersama AC Milan. Dia juga mendukung upaya I Rossoneri mendatangkan Tevez.


Kecintaan Kevin-Prince Boateng terhadap AC Milan tak perlu diragukan lagi. Gelandang internasional Ghana ini rela menanggalkan kostum tim nasionalnya, demi membela I Rossoneri.


Tak mengherankan kalau keputusan dia meninggalkan timnas Ghana dapat banyak pertanyaan. Namun seperti ditegaskannya dalam wawancara dengan Milan Channel, alasan dia mundur adalah demi bisa tampil maksimal buat Rossoneri.


Beberapa bulan lalu, Boateng mengucapkan pengunduran diri dari tim nasional Ghana. Kini Boateng menceritakan alasan dirinya melakukan tindakan yang cukup mengejutkan itu.


Memang, usia Boateng masih tergolong sangat muda. Namun pemain kelahiran Berlin, Jerman, 24 tahun silam, ini sudah memikirkan masa pensiun dari timnas.


"Ini bukanlah situasi yang mudah dan keluarga benar-benar tidak bisa memahami keputusan saya itu," kata eks pemain Portsmouth itu.


Tentunya, Boateng punya alasan tersendiri mengambil keputusan tersebut. Bersama Milan, mantan punggawa Timnas Jerman U-21 ini sukses merengkuh gelar Scudetto musim 2010-11 dan kini tengah menatap babak 16 besar Liga Champions Eropa.


"Selama hidup aku telah melakukan enam kali operasi lutut dan banyak mengalami cedera lain. Aku tertantang untuk memberikan penghargaan di AC Milan seperti scudetto dan Liga Champions. Jadi aku akan lakukan yang terbaik untuk Milan. Aku ingin menang di Milan," tambahnya.


Boateng tampil sangat impresif di musim pertamanya besrama Milan. Dia menjadi salah satu pilar lapangan tengah pasukan Massimiliano Allegri, dengan total tampil pada 34 pertandingan di semua kompetisi musim lalu.


Boateng meninggalkan Portsmouth melalui bursa transfer Agustus 2010 untuk menerima pinangan Genoa. Sempat berstatus pemain pinjaman di Milan, kemudian pihak I Rossonerimengukuhkan kepemilikan Boateng pada Mei 2011 lalu.

BUON COMPLEANNO AL 112 PER AC MILAN


=====================================
BUON COMPLEANNO AL 112 PER AC MILAN



16 DESEMBER 1899-16 DESEMBER 2011
=====================================

FORZA LOTTA VINCERAI..

NON TI LASCEREMO MAI..

ALE..ALE..

ALE..MILAN..ALE..

FORZA LOTTA VINCERAI..

NON TI LASCEREMO MAI..

=====================================
BUON COMPLEANNO AL 112 PER AC MILAN



16 DESEMBER 1899-16 DESEMBER 2011
=====================================

FORZA LOTTA VINCERAI..

NON TI LASCEREMO MAI..

ALE..ALE..

ALE..MILAN..ALE..

FORZA LOTTA VINCERAI..

NON TI LASCEREMO MAI..

THIAGO SILVA INGIN BERTAHAN DI MILAN HINGGA 2020

Thiago Silva
Selain berniat tunduk pada kontrak terkini yang berlaku sampai 2016, Silva juga berharap mendapat tambahan durasi selama empat tahun lagi.


"Rencana saya adalah bertahan di sini sampai Juni 2016 dan setelah itu saya ingin memperbarui kontrak saya untuk empat tahun berikut," katanya kepada Milan News.


"Saya benar-benar berharap wakil presiden Milan Adriano Galliani menyaksikan wawancara ini agar dia mengetahui langkah-langkah yang perlu diambil."


Apabila harapannya itu terkabul, berarti Silva, kelahiran 22 September 1984, setidaknya akan bermain untuk Milan sampai berusia 36 tahun.


Tampil sangat baik mengawal pertahanan Milan, Silva kini disebut-sebut sebagai pemain bertahan terbaik di Eropa. Dia kemudian jadi incaran beberapa klub raksasa, dengan salah satunya adalah Barcelona.


Sebelum bermain bersama Milan, Silva pernah membela Juventude, Porto, Dinamo Moscow dan juga Fluminense. Musim ini, Silva telah mencetak dua gol dari 19 laga di seluruh kompetisi.

Tuesday, December 13, 2011

LEGENDA AC MILAN : DEMETRIO ALBERTINI

Demetrio Albertini
Demetrio Albertini lahir Besana in Brianza, 23 Agustus 1971. Ia mengawali karir seniornya di AC Milan (1988-2002) dan menutup karirnya bersama FC. Barcelona pada tahun 2005.


Pemain yang berjuluk "Il Metronome" ini mengawali debut pertandingan resmi bersama AC Milan pada tanggal 15 Januari 1989 (Milan 4-0 Como) dan pertandingan terakhirnya bersama AC Milan pada tanggal 14 April 2002 (Juventus 1-0 AC Milan). Albertini bermain untuk AC Milan sebanyak 295 kali dan telah mencetak gol sebanyak 21 gol.


Albertini mengawali debutnya bersama Timnas Italia pada tanggal 21 Desember 1991 (Italia 2-0 Siprus). Di Timnas Italia Albertini bermain sebanyak 79 kali dan hanya 3 gol yang ia persembahkan buat Timnas Italia.


Pada tahun 2006 Albertini mengadakan pertandingan persahabatan antara AC Milan vs Barcelona di Stadion San Siro, pertandingan ini sebagai pertandingan perpisahaan untuk dirinya yang akan gantung sepatu dari dunia sepakbola. Pertandingan ini diadakan oleh Albertini sendiri dengan tema "Notte di Stelle" (Malam Para Bintang), laga tersebut dihadiri oleh mantan rekan-rekannya di Milan dan Barca diantaranya Marco van Basten, Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Franco Baresi, Ronaldinho dan Andriy Shevchenko.


PROFIL ALBERTINI

Nama : Demetrio Albertini
Tempat Lahir : Besana in Breanza, Italia
Tanggal Lahir : 23 Agustus 1971
Tnggi : 176 cm
Posisi : Gelandang

Karir Klub

1988-2002 : AC Milan
Tampil : 295
Gol : 21

1990-1991 : Padova (Pinjam)
Tampil : 28 
Gol : 5


2002-2003 : AtlĂ©tico Madrid 
Tampil : 28
Gol : 2


2003-2004 : Lazio
Tampil : 23
Gol : 2


2004 : Atalanta 
Tampil : 14
Gol : 1


2005 : FC Barcelona 
Tampil : 5 
Gol : 0

KARIR TIMNAS ITALIA

1990-1992 : Italia U-21
Tampil : 17
Gol : 0


1991-2002 : Timnas Italia 
Tampil : 79
Gol : 3

PRESTASI BERSAMA KLUB

AC MILAN
Scudetto Serie A : 5
1991-1992 , 1992-1993 , 1993-1994 , 1995-1996 ,1998-1999


Piala Super Italia : 3
1992 , 1993 , 1994


Liga Champions : 2
1989-1990 , 1993-1994

Piala Super Eropa : 2
1989 , 1994


Piala Interkontinental : 1
1989

LAZIO
Piala Italia : 1
2003-2004

FC. BARCELONA
Liga Spanyol : 1
2004-2005

Super Spanyol : 1
2005

PRESTASI BERSAMA TIMNAS ITALIA U-21

U-21 Kejuaraan Eropa : 1
1992


Saat ini Albertini menjabat sebagai Wakil Presiden FIGC.

Tuesday, November 15, 2011

GOL SUPER PIPPO DI KOMPETISI KLUB-KLUB EROPA

Pippo Inzaghi
SEKILAS TENTANG PERJALANAN KARIR INZAGHI


"Saya bermimpi mencetak dua gol pada final, dan dua gol yang saya cetak kemarin malam adalah hal yang paling penting dalam hidup saya. Ini adalah pertandingan yang tidak akan terlupakan. (pertandingan) Ini adalah sesuatu yang akan ada selama hidup saya dan dua gol di final ini berbicara dengan sendirinya." (Final Liga Champions 2007)


Siapa yang tidak kenal dengan Inzaghi. Striker yang lahir di Piacenza 9 Agustus 1973 dengan julukan "Super Pippo" ini telah banyak mengoleksi gelar dan penghargaan baik buat dirinya sendiri maupun buat klub yang dibelanya.


Inzaghi menjadi pemain yang paling sering mencetak hattrick baik itu di Serie A (10-kali : satu untuk Atalanta, empat untuk Juventus, dan lima untuk Milan) maupun di Liga Champions.


Inzaghi mengawali karirnya pada tahun 1991, saat itu ia berusia 18 tahun dan bergabung dengan Piacenza Calcio, tahun berikutnya ia dipinjamkan ke klub Leffe yang berkompetisi di seri C1. Di klub ini, ketajaman Inzaghi sebagai seorang striker mulai terlihat. Inzaghi bermain dalam 21 pertandingan dan mampu mencetak 13 gol. Di klub ini Inzaghi bermain hanya 1 musim kompetisi saja, tahun berikutnya Inzaghi hijrah ke Verona yang saat itu berkompetisi di Serie B. Di Verona Inzaghi hanya mencetak 13 gol dari 36 kali penampilan.


Tahun 1994 Inzaghi kembali ke Piacenza, di klub ini berhasil mencetak 15 gol dalam 37 penampilannya. Musim kompetisi 1995 Inzaghi di beli oleh Parma, klub yang saat itu berkompetisi di Serie A. Di Parma ia hanya mampu mencetak 2 gol, dimana salah satunya ia cetak ke gawang mantan klubnya yaitu Piacenza dan hal ini sempat membuat ia menangis.


Tahun 1996 Inzaghi dipinjamkan ke Atalanta, diklub inilah karirnya mulai bersinar, bersama Atalanta Inzaghi meraih 2 gelar pribadi yaitu sebagai Capocannoniere dengan koleksi 24 gol dari 33 kali penampilan, gelar lainnya adalah Penghargaan Serie A Young Footballer of the Year.


Musim berikutnya Inzaghi hijrah ke Juventus. Musim pertamanya di Juventus Inzaghi berhasil mempersembahkan Scudetto. Di Juventus Inzaghi hanya bermain selama 4 musim kompetisi dan akhirnya hijrah ke AC Milan. AC Milan adalah klub ke tujuh yang ia bela selama karirnya. Di klub inilah Inzaghi banyak merasakan gelar juara. Di Milan juga Inzaghi mencetak golnya yang ke-300 di Serie A, gol tersebut ia cetak ke gawang Siena pada tanggal 15 Maret 2009, saat itu Milan unggul dengan skor 1-5.


Bersama AC Milan Inzaghi meraih trofi Liga Champions dan trofi Piala Dunia Antarklub, dimana trofi-trofi tersebut belum pernah ia dapatkan bersama klub-klub sebelumnya.


Berikut jumlah trofi yang diraih Inzaghi selama karirnya :


  • GELAR BERSAMA KLUB


Piacenza
Serie B : 1994-1995



Juventus
Serie A : 1997-1998
Piala Super Italia : 1997
UEFA intertoto Cup : 1999





Milan
Serie A : 2003-2004, 2010-2011
Piala Italia : 2002-2003
Piala Super Italia : 2011
Liga Champions : 2002-2003, 2006-2007
Piala Super Eropa : 2003, 2007
Piala Dunia Antarklub : 2007



  • GELAR BERSAMA NEGARA
Piala Eropa U-21 : 1994
Piala Dunia FIFA : 2006



  • GELAR INDIVIDU
Serie A Young Footballer of the Year : 1997
Capocannoniere: 1996-1997
Pemain Terbaik Final Liga Champions : 2007
Pencetak gol terbanyak asal Italia di kompetisi Eropa
Pencetak gol terbanyak Milan di kompetisi Eropa
Scirea Award 2007



Terlepas dari hal diatas, kini Inzaghi mempunya satu ambisi pribadi yaitu ingin menajadi pencetak gol tersubur diajang kompetisi klub Eropa. Saat ini Inzaghi masih bersaing ketat dengan Raul Gonzalez. Semua itu bisa terwujud apabila Januari nanti Inzaghi didaftarkan kembali oleh Allegri dalam skuad Liga Champions AC Milan.

Berikut data-data gol Inzaghi di semua ajang kompetisi Eropa :

1995-1996 PARMA PIALA WINNERS 2 GOL
1997-1998 JUVENTUS LIGA CHAMPIONS 6 GOL
1998-1999 JUVENTUS LIGA CHAMPIONS 6 GOL
1999-2000 JUVENTUS PIALA INTERTOTO 10 GOL
2000-2001 JUVENTUS PIALA CHAMPIONS 5 GOL
2001-2002 MILAN PIALA UEFA 4 GOL
2002-2003 MILAN LIGA CHAMPIONS 12 GOL
2003-2004 MILAN LIGA CHAMPIONS 2 GOL
2004-2005 MILAN LIGA CHAMPIONS 1 GOL
2005-2006 MILAN LIGA CHAMPIONS 4 GOL
2006-2007 MILAN LIGA CHAMPIONS 6 GOL
2007-2008 MILAN PIALA SUPER EROPA 5 GOL
2008-2009 MILAN PIALA UEFA 3 GOL
2009-2010 MILAN LIGA CHAMPIONS 2 GOL
2010-2011 MILAN LIGA CHAMPIONS 2 GOL

Ayo PIPPO wujudkan impianmu..




Saturday, November 12, 2011

SEJARAH THE DREAM TEAM AC MILAN

KEDATANGAN BERLUSCONI

Setelah serentetan masalah menerpa Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh enterpreneur Italia, Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Berlusconi datang pada 1986. Silvio Berlusconi ‘tak perlu berpikir panjang untuk membeli AC Milan pada 1986. Dia ambisius, dia memiliki banyak uang, dan dia gila sepak bola. Dia kemudian meretas jalan untuk mengantar Milan menuju tangga kesuksesan di seri A Liga Italia dan di Piala Champions Eropa. Jalan yang akhirnya melahirkan julukan The Dream Team bagi Milan.

THE DREAM TEAM I (Gli Immortali / The Immortals : Yang Abadi)

The Dream Team I dijuluki Gli Immoratali atau The Immortals karena pemain-pemain Milan pada era Dream Team I itu (era Arrigo Sacchi) dianggap tidak tergantikan. Mereka akan selalu hidup dalam benak para Milanisti. Mereka abadi.

The Dream Team I ditandai dengan datangnya Arigo Sachi. Sacchi memenangkan Serie A musim 1987-1988. Di 1988-1989, Milan memenangkan gelar Liga Champions ketiganya, mempecundangi Steaua BucureÅŸti 4-0 di final, dan gelar Piala Interkontinental kedua mengalahkanNational de Medellin (1-0, gol tercipta di babak perpanjangan waktu). Tim mulai mengulangi kejayaan mereka di musim-musim berikutnya, mengalahkan S.L. Benfica, dan Olimpia AsunciĂ³n di 1990. 

Langkah awal, Berlusconi mencoba membangun skuad solid di tubuh Milan. Pelatih Arigo Sachi direkrut untuk meracik strategi tim; duo Belanda didatangkan: Marco Van Basten dari Ajax Amsterdam dan Ruud Gullit dari PSV Eindhoven. Duo Belanda tersebut kemudian dipadukan oleh Sachi dengan pemain-pemain lokal Italia: Giovani Galli, Franco Baresi, Mauro Tasotti, Alesandro Costacurta, Paolo Maldini, Angelo Colombo, Carlo Anceloti, Alberigo Evani, dan Roberto Donadoni.

Hasilnya, tanpa menunggu lama, Milan meraih gelar Seri A setahun berikutnya, yaitu pada musim 1987-1988. Milan meraih posisi puncak dengan meraih poin tertinggi 45, selisih tiga poin di atas peringkat dua, Napoli.

Musim berikutnya, 1988-1989, Milan tidak mampu mempertahankan gelar seri A-nya meskipun mendapat tambahan satu lagi pemain baru asal Belanda, Frank Rijkard, yang direkrut dari Real Zaragosa. Milan hanya mampu menduduki peringkat tiga dengan poin 46, selisih 12 poin di bawah sang juara, Inter Milan, yang diperkuat trio Jerman: Lothar Matheus, Juergen Klinsman, dan Andreas Brehme. Namun, di Piala Champions, Milan berhasil tampil maksimal sebagai juara dengan menghancurkan Steaua Bucharest yang diperkuat George Hagi, 4-0 tanpa balas. Gol dicetak oleh Gullit dan Van Basten, masing-masing dua gol.

Gelar Piala Champions kembali dipertahankan Milan di musim berikutnya, 1989-1990, setelah mengalahkan Benfica di partai final melalui gol tunggal Rijkard. Gelar Piala Super Eropa dan Piala Toyota juga berhasil diraih dengan mengalahkan Barcelona 2-1 agregat dan Atletico Nacional 1-0. Namun, di Seri A, Milan kembali gagal menjadi juara setelah hanya menduduki peringkat dua dengan poin 49, selisih dua poin di bawah sang juara, Napoli, yang diperkuat Diego Armando Maradona dan Ciro Ferrara.

Selebrasi Juara Piala Champions 1989

Selebrasi saat juara Piala Champion 1990


Musim 1990-1991, Milan kembali gagal menjuarai seri A setelah lagi-lagi berada di peringkat dua dengan poin 46, selisih lima poin di bawah Sampdoria. 

Begitu juga dengan Piala Champions, Milan gagal mempertahankannya setelah kalah dari Marseile di perempat final dengan skor 1-4 agregat. 

Namun, Milan berhasil mempertahankan Piala Super Eropa dan Piala Toyota setelah mengalahkan Sampdoria 3-1 agregat dan Olimpia 3-0. Di musim ini juga, Milan menjual dua pemain emasnya, yaitu Angelo Colombo ke Bari dan kiper Giovani Galli ke Napoli. Untuk mengganti kiper, Milan merekrut Sebastiano Rossi dari Cessena. Musim ini menjadi akhir kejayaan bagi The Dream Team I.


Skuad The Dream Team I

The Dream Team I

Skuad Inti The Dream Team I, pelatih: Arigo Sachi; kiper: Giovani Galli; bek: Franco Baresi, Alesandro Costacurta, Mauro Tasotti, Paolo Maldini; gelandang: Frank Rijkard, Angelo Colombo/Alberigo Evani, Roberto Donadoni, Carlo Ancelotti; striker: Marco Van Basten, Ruud Gullit.

Prestasi: juara Seri A 1987-1988, Piala Super Italia 1988, Piala Champions 1989 dan 1990, Piala Super Eropa 1990 dan 1991, Piala Toyota 1990 dan 1991.

Skuad The Dream Team I mampu membawa Italia ke Semi Final Piala Dunia 1990 di Italia. Mereka terhenti setelah kalah adu penalti dari Argentina yang merupakan juara bertahan.


THE DREAM TEAM II (GLI INVINCIBILI atau THE INVINCIBLES : Yang Tak Terkalahkan)

The Dream Team II dijuluki GLI INVINCIBILI atau THE INVINCIBLES Karena pemain2 Milan pada era Dream Team II itu (era Fabio Capello) berhasil merebut scudetto tanpa pernah mengalami kekalahan satu kali pun. Dan menciptakan rekor Italia dengan 56 giornata tidak terkalahkan.

Saat Sacchi meninggalkan Milan untuk melatih Italia, Fabio Capello dijadikan pelatih Milan selanjutnya, dan Milan meraih masa keemasannya sebagai Gli Invicibli (The Invicibles) dan Dream Team. Dengan 58 pertandingan tanpa satu pun kekalahan Invicibli membuat tim impian di semua sektor seperti Baresi, Costacurta, dan Maldini memimpin pertahanan terbaik, Marcel Desailly, Donadoni, dan Ancelotti di gelandang, dan Dejan Savićević, Zvonimir Boban, dan Daniele Massaro bermain di sektor depan. Pada saat dilatih Capello ini, Milan pernah singgah ke Indonesia dalam rangka tur musiman dan melawan klub lokal Persib Bandung. Pertandingan yang dimulai di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada tanggal 4 Juni 1994 itu dimenangkan Milan dengan skor telak 8-0. Gol kemenangan Milan dicetak oleh Dejan Savićević ('17)('18), Gianluigi Lentini('26), Paolo Baldieri ('27)('48)('58), Christian Antigori ('68), dan Stefano Desideri ('78).

Musim 1991-1992, Milan mengalami masa transisi. Pelatih Sachi keluar karena berseteru dengan Van Basten; posisinya kemudian digantikan oleh Fabio Capello. Di musim ini juga turut bergabung gelandang muda berbakat, Demitrio Albertini, yang direkrut dari Padova. Hasilnya luar biasa, Milan kembali menjuarai seri A dengan poin 56, selisih delapan poin di atas peringkat dua, Juventus, yang diperkuat oleh Roberto Baggio.

Kesuksesan berlanjut ke musim 1992-1993. Milan kembali memuncaki seri A dengan meraih poin 50, selisih empat poin di atas peringkat dua, Inter Milan. Namun sayang, kesuksesan tersebut tidak berlanjut ke Piala Champions setelah Milan dikalahkan Marseille 0-1 di partai final, partai yang juga membuat Van Basten mendapatkan cedera parah di bagian engkelnya yang kemudian membuatnya pensiun selamanya dari sepak bola. Di musim ini, Milan juga banyak merekrut pemain baru: Jean Piere Papin dari Marseile, Zvonimir Boban dari Bari, Dejan Savisevic dari Red Star Belgrade, Stefano Eranio dari Genoa, dan Gianluigi Lentini dari Torino.

Musim selanjutnya, 1993-1994, Milan kembali berbenah menyusul hengkangnya duo Belanda: Gullit ke Sampdoria dan Rijkard ke Ajax Amsterdam, plus cedera parah yang diderita Van Basten dan pensiunnya Carlo Ancelotti, serta semakin tuanya umur beberapa pemain: Mauro Tasotti dan Roberto Donadoni. Pemain-pemain baru pun direkrut: Marcel Desaily dari Marseille, Brian Laudrup dari Fiorentina, Cristian Panucci dari Genoa, dan Florin Radocioui dari Brescia.

Hasilnya mantap, Milan meraih sukses ganda: menjuarai Seri A dan Piala Champions. Di Seri A, Milan memuncaki klasemen dengan poin 50, selisih tiga poin di atas peringkat dua, Juventus. Di Piala Champions, Milan menghancurkan Barcelona yang diperkuat Romario dan Ronald Koeman, serta dilatih Johan Cruyf, 4-0 tanpa balas. Dua gol dicetak Massaro, dua gol lainnya dicetak oleh Savicevic dan Desaily. Di musim ini, Milan juga tampil di Piala Toyota menggantikan Marseille yang dihukum karena kasus suap, namun Milan kalah dari Sao Paolo 2-3.

Selebrasi saat Juara Serie A 1993-1994
Musim 1994-1995, Milan gagal mempertahankan kesuksesannya. Gelar Seri A direbut Juventus yang diperkuat Fabrizio Ravanelli, Gianluca Vialli, Didier Deschamps, dan pemain muda Alesandro Del piero. Di Piala Champions, Milan dikalahkan Ajax Amsterdam di partai final 0-1 melalui gol tunggal Patrick Kluivert. Di Piala Toyota, Milan juga kalah 0-2 dari Vales Sarsfield yang diperkuat kiper tangguh Jose Luis Chilavert. Gelar Piala Super Eropa menjadi gelar satu-satunya setelah Milan mengalahkan Arsenal 4-1 agregat. Musim ini menjadi akhir kejayaan dari The Dream Team II.

Skuad The Dream Team II
Skuad inti The Dream Team II, pelatih: Fabio Capello; kiper: Sebastiano Rossi; bek: Franco Baresi, Alesandro Costacurta, Mauro Tasotti/Cristian Panucci, Paolo Maldini; gelandang:Marcel Desaily, Demitrio Albertini, Zvonimir Boban, Roberto Donadoni/Stefano Eranio;penyerang: Danielle Massaro/Marco Simone, Dejan Savicevic.

Prestasi: Juara Seri A 1991-1992, 1992-1993, dan 1993-1994; juara Piala Italia 1992, 1993, dan 1994; juara Piala Champions 1994; Runner Up Piala Champions 1993 dan 1995; juara Piala Super Eropa 1995; Runner Up Piala Toyota 1994 dan 1995.

Skuad The Dream Team II mampu mengantarkan Italia ke final Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Sayang mereka kalah -lagi-lagi lewat adu penalti- dari Brazil yang diperkuat Romario dan Bebeto.


MASA SULIT ERA Tabarez ke Terim1996-1997

Setelah kepergian Fabio Capello pada tahun 1996, Milan merekrut Oscar Washington Tabarez tetapi perjuangan keras di bawah kendalinya kurang berhasil dan mereka selalu kalah dalam beberapa pertandingan awal. 

Dalam upaya untuk mendapatkan kembali kejayaan masa lalu, mereka memanggil kembali Arrigo Sacchi untuk menggantikan Tabarez. 

Milan mendapatkan tamparan keras kekalahan terburuk mereka di Seri A, dipermalukan oleh Juventus F.C. di rumah mereka sendiri San Siro dengan skor 1-4. 

Milan membeli sejumlah pemain baru seperti Ibrahim Ba, Christophe Dugarry dan Edgar Davids. Milan berjuang keras dan mengakhiri musim 1996-1997 di peringkat kesebelas di Seri A 1997-1998

Sacchi digantikan dengan Capello di musim berikutnya. Capello yang menandatangani kontrak baru dengan Milan merekrut banyak pemain potensial seperti Kristen Ziege, Patrick Kluivert, Jesper Blomqvist, dan Leonardo; tetapi hasilnya sama buruk dengan musim sebelumnya. 

Musim 1997-1998 mereka berakhir di peringkat kesepuluh. Hasil ini tetap tidak bisa diterima para petinggi Milan, dan seperti Sacchi, Capello dipecat.

Dalam pencarian mereka untuk seorang manajer baru, Alberto Zaccheroni menarik perhatian Milan. 

Zaccheroni adalah manajer Udinese yang telah mengakhiri musim 1997-1998 pada peringkat yang tinggi di tempat ke-3. 

Milan mengontrak Zaccheroni bersama dengan dua orang pemain dari Udinese, Oliver Bierhoff dan Thomas Helveg. 

Milan juga menandatangani Roberto Ayala, Luigi Sala dan Andres Guglielminpietro dan dengan formasi kesukaan Zaccheroni 3-4-3. 

Zaccheroni membawa klub memenangkan scudetto ke-16 kembali ke Milan. Starting XI adalah: Christian Abbiati; Luigi Sala, Alessandro Costacurta, Paolo Maldini; Thomas Helveg, Demetrio Albertini, Massimo Ambrosini, Andres Guglielminpietro; Zvonimir Boban, George Weah, Oliver Bierhoff.

Meskipun sukses di musim sebelumnya, Zaccheroni gagal untuk mentransformasikan Milan seperti The Dream Team dulu. Pada musim berikutnya, meskipun munculnya striker Ukraina Andriy Shevchenko, Milan mengecewakan fans mereka baik dalam Liga Champions UEFA 1999-2000 ataupun di Seri A. 

Milan keluar dari Liga Champions lebih awal, hanya memenangkan satu dari enam pertandingan (3 seri dan 2 kalah) dan mengakhiri musim 1999-2000 di tempat ke-3. 

Milan tidaklah menjadi sebuah tantangan bagi dua pesaing scudetto kala itu, S.S. Lazio dan Juventus.

Pada musim berikutnya, Milan memenuhi syarat untuk Liga Champions UEFA 2000-2001 setelah mengalahkan Dinamo Zagreb agregat 9-1. 

Milan memulai Liga Champions dengan semangat tinggi, mengalahkan BeÅŸiktaÅŸ JK dari Turki dan raksasa Spanyol FC Barcelona, yang pada waktu itu terdiri dari superstar internasional kelas dunia, Rivaldo dan Patrick Kluivert. 

Tapi performa Milan mulai menurun secara serius, seri melawan sejumlah tim (yang dipandang sebagai kecil/lemah secara teknis untuk Milan), terutama kalah 2-1 oleh Juventus di Seri A dan 1-0 oleh Leeds United. 

Dalam Liga Champions putaran kedua, Milan hanya menang sekali dan seri 4 kali. Mereka gagal untuk mengalahkan Deportivo de La Coruña dari Spanyol di pertandingan terakhir dan Zaccheroni dipecat. 

Cesare Maldini, ayah dari kapten tim Paolo Maldini, diangkat dan hal segera menjadi lebih baik. 

Debut kepelatihan resmi Maldini di Milan dimulai dengan menang 6-0 atas A.S. Bari, yang masih memiliki senjata muda, Antonio Cassano. 

Itu juga di bawah kepemimpinan Maldini bahwa Milan mengalahkan saingan berat sekota Internazionale dengan skor luar biasa 6-0, skor yang tidak pernah diulang dan di mana Serginho membintangi pertandingan. 

Namun, setelah bentuk puncak ini, Milan mulai kehilangan lagi termasuk kekalahan 1-0 yang mengecewakan untuk Vicenza Calcio, dengan satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak oleh seorang Luca Toni. 

Terlepas dari hasil ini, dewan direksi Milan bersikukuh bahwa Milan mencapai tempat keempat di liga di akhir musim, tapi Maldini gagal dan tim berakhir di tempat keenam.

Milan memulai musim 2000-2001 dengan lebih banyak penandatanganan kontrak pemain bintang termasuk Javi Moreno dan Cosmin Contra yang membawa Deportivo AlavĂ©s ke putaran final Piala UEFA. 

Mereka juga menandatangani Kakha Kaladze (dari Dynamo Kyiv), Rui Costa (dari AC Fiorentina), Filippo Inzaghi (dari Juventus), Martin Laursen (dari Hellas Verona), Jon Dahl Tomasson (dari Feyenoord), Ăœmit Davala(dari Galatasaray) dan Andrea Pirlo (dari Inter Milan). 

Fatih Terim diangkat sebagai manajer, menggantikan Cesare Maldini, dan cukup sukses. Namun, setelah lima bulan di klub, Milan tidak berada di lima besar liga dan Terim dipecat karena gagal memenuhi harapan direksi.

THE DREAM TEAM III (I MERAVIGLIOSI atau THE AMAZING : Yang Mengagumkan)

The Dream Team III dijuluki I MERAVIGLIOSI atau THE AMAZING karena Karena pemain2 Milan pada era Dream Team III itu (era Carlo Ancelotti) berhasil menampilkan permainan yang memikat di lapangan. Gaya permainan yang belum pernah disaksikan sebelumnya. Menyerang ala Brazil, bertahan ala Italia. Permainan yang mengagumkan.

Musim berikutnya, 2002-2003, pemain-pemain baru kembali didatangkan: Clarence Seedorf dan Andrea Pirlo dari Inter Milan, Filippo Inzhagi dari Juventus, Serginho dari Cruzeiro Brazil, Fernando Redondo dari Real Madrid, dan Rivaldo dari Barcelona. Pelatih baru juga direkrut untuk mengolah strategi tim, yaitu Carlo Ancelotti, mantan pemain Milan era The Dream Team I.

Hasilnya, Milan berhasil merebut juara Coppa Italia dengan mengalahkan AS Roma 6-3 agregat dan merebut Piala Champions dengan mengalahkan Juventus lewat drama adu pinalti 3-2 (0-0).

Ancelotti dan Inzaghi merayakan Juara UCL 2003
Final UCL 2003 : Pemain bergembira setelah mengalahkan Juve
Pemain rayakan kemenangan pada UCL 2003
UCL 2003 : Pemberian Hadiah
Musim 2003-2004, Milan mendatangkan pemain muda asal Sao Paolo Brazil, Ricardo Kaka. Hasilnya, Milan menjuarai Seri A dan menggeser dominasi Juventus. Milan memuncaki klasemen dengan poin 72, selisih 6 poin di bawah peringkat dua, AS Roma. Milan juga meraih gelar Piala Super Eropa dengan mengalahkan FC Porto 1-0. Namun sayang, Milan gagal meraih Piala Toyota setelah dikalahkan Boca Juniors lewat adu pinalti. Begitu pula di Piala Champions, geliat Milan hanya sampai perempat final setelah dikalahkan Deportivo La Coruna, 4-5 agregat.

Musim 2004-2005, Milan mendatangkan Hernan Crespo dari Chelsea. Namun, Milan tetap gagal berprestasi di seri A. Di Piala Champions, Milan sebenarnya berpeluang besar menjadi juara, namun akhirnya gagal secara dramatis setelah dikalahkan Liverpoll lewat adu pinalti 3-1, padahal di babak normal, Milan sudah unggul terlebih dahulu 3-0, namun dapat disamakan 3-3.

Musim 2005-2006, formasi Milan tidak banyak berubah, hanya tambahan pemain muda Alberto Gilardino di sektor depan. Hasilnya juga tidak jauh beda, Milan gagal menjuarai Seri A dan di Piala Champions, prestasi Milan terhenti di semi final setelah dikalahkan Barcelona 1-0 agregat. Namun, di musim ini, pemain-pemain Milan memberikan kontribusi bagi Italia untuk meraih gelar Piala Dunia 2006 dengan mengalahkan Prancis lewat adu pinalti 5-4. Di musim ini juga, Milan menjual bintangnya Andriy Shevchenko ke Chelsea.

Musim 2006-2007, Milan memulai Seri A dengan poin minus delapan setelah terlibat kasus Calciopoli. Hasilnya, di akhir musim, Milan ‘tak mampu menjuarai seri A. Di Liga Champions, Milan memulai dari babak kualifikasi II, tapi Milan mampu menjuarai ajang ini setelah menghempaskan para wakil Inggris, Manchester United di Semi Final dengan 5-3 agregat dan Liverpoll di partai final dengan 2-1, sekaligus sebagai partai balas dendam atas kekalahan menyakitkan di final Piala Champions 2005.

Musim berikutnya, Milan memulai musim dengan menjuarai Piala Super Eropa dengan mengalahkan Sevilla 3-1. Kesuksesan berlanjut setelah Milan menjuarai Piala Toyota dengan mengalahkan Boca Juniors 4-2. Namun, gelar Piala Champions tidak mampu dipertahankan setelah Milan tertahan di Perdelapan Final oleh Arsenal dengan 0-2 agregat. Di Seri A, Milan juga tidak mampu menggeser dominasi Inter Milan. Musim ini menjadi akhir kejayaanThe Dream Team III.


Skuad The Dream Team III,kiper: Nelson Dida, cristian Abiatti; bek: Paolo Maldini, Alesandro Nesta, Kakaber Kaladze/Marek Jankulovski, Serginho/Massimo Oddo; gelandang:Andrea Pirlo/Fernando Redondo, Gennaro Gattuso/Massimo Ambrossini, Rui Costa/Ricardo Kaka, Clarence Seedorf/Rivaldo; striker: Filipho Inzaghi/Alberto Gilardino, Andriy Shevchenko.

Prestasi: juara Seri A 2003-2004, juara Coppa Italia 2004, juara Liga Champions 2003 dan 2007 dan runner up 2005, juara Piala Super Eropa 2003 dan 2007, juara Piala Toyota 2008 dan runner up 2004.

Skuad The Dream Team III mampu membawa italia menjadi juara Piala Dunia 2006 dengan mengalahkan Prancis melalui adu pinalti 5-4.

====================================================================================================
Kini, Milan kembali ingin membangun The Dream Team baru. Bermaterikan pemain-pemain muda dipadukan dengan pemain-pemain berkualitas dan berpengalaman. Berikut skuadnya:

Pelatih: Massimiliano Algeri; kiper: Cristian Abiatti, Marco Amelia, Flavio Roma; bek: Alesandro Nesta, De Sciglio, Tiago Silva, Mark Yepes, Gianluca Zambrotta, Ignazio Abate, Philippe Mexes, Taye Taiwo, Luca Antonini, Daniele Bonera; gelandang: Mattia Valoti, Mark Van Bommel, Massimo Ambrossini, Kevin Prince Boateng, Gennaro Gattuso, Matheo Flamini, Clarence Seedorf, Antonio Nocerino, Alberto Aquilani, Urby Emanuelson; striker: Alexander Pato, Robinho, Zlatan Ibrahimovic, Antonio Cassano, Filippo Inzhagi, Stephan El Shaarawy.

Prestasi: Juara Liga Italia Seri A 2010-2011 dan juara Piala Super Italia 2011