Showing posts with label BIMA. Show all posts
Showing posts with label BIMA. Show all posts

Tuesday, March 27, 2012

H. QURAIS H. ABIDIN MENJADI PEJABAT TERKAYA DI NTB

H. Qurais H. Abidin
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengumumkan harta kekayaan penyelenggara negara di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Walikota Bima, H. Qurais H. Abidin, menjadi pejabat terkaya dalam jajaran pemerintahan provinsi NTB.

Dari 13 Pejabat Penyelenggara Negara di NTB yang telah melaporkan Nilai Kekayaannya ke KPK sesuai Undang Undang Nomor 28 tahun 1999 pasal 5 tentang penyelenggara Negara yang bersih dan bebas KKN. Walikota Bima H. Qurais H. Abidin memiliki kekayaan tertinggi di banding Pejabat Negara lainnya seperti Gubernur , Wakil Gubernur dan Kajati termasuk Kapolda dan Dirut Bank NTB .

H. Qurais memiliki harta sebesar Rp 16,7 miliar. Jika dibandingkan dengan pejabat lain, angka ini jelas fantastis sebab tidak ada yang mencapai mencapai Rp 10 miliar. Diakuinya harta bergerak meliputi peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan dan usaha lainnya, kosong. Namun per 28 Juli 2010, tercatat menjadi Rp 10,5 miliar. “Saat pemeriksaan tanggal 14 April itu, hanya dalam bentuk barang, jadi belum dihargakan. Nah, pada pemeriksaan Juli lalu, saya sampaikan angkanya, sehingga muncul nilai Rp 10 miliar lebih ini,” ungkapnya. H. Qurais menjelaskan apabila kekayaan yang diumumkan tersebut diragukan dirinya siap untuk dilakukan Audit terhadap kekayaan yang telah diumumkan oleh KPK.

Pengumuman ini disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Rianto, di Senggigi Beach Hotel, Mataram. "Setiap penyelenggara negara berkewajiban melaporkan dan mengumumkan kekayaannya sebelum dan setelah menjabat. Atas dasar itu KPK memfasilitasi pengumuman harta kekayaan pejabat negara di NTB," kata juru bicara KPK, Johan Budi, melalui telepon, Kamis (7/10/2010).

Menurut Wakil Katua KPK, Bibit Samad Rianto, pengumuman hasil Kekayaan Penyelenggara Negara di Provinsi NTB dinilai sangat Kooperatif di banding daerah lainnya di Indonesia dan diharapkan menjadi percontohan daerah lainnya sebab bukan saja untuk 13 Pejabat Penyelenggara Negara yang sudah melaporkan Harta Kekayaannya namun saat ini masih sedang berlangsung untuk seluruh Pejabat di Daerah NTB .

Berikut ini laporan kekayaan 13 pejabat Provinsi NTB yang telah diverifikasi oleh KPK:

1. Muhammad Zainul Majdi (Gubernur NTB) Rp 5,5 miliar
2. Badrul Munir (Wakil Gubernur NTB) Rp 2,6 miliar
3. Arif Wachjunadi (Kapolda NTB) Rp 4,8 miliar
4. Didiek Darmanto (Kajati NTB) Rp 885 juta
5. Lalu Mariyun (Ketua Pengadilan Tinggi NTB) Rp 2,5 miliar
6. A.Karim A.Razak (Ketua Pengadilan Agama NTB) Rp 318 juta
7. Abdul Malik (Sekda NTB) Rp 1,3 miliar
8. Sunarpi (Rektor Universitas Mataram) Rp 4,8 miliar
9. Mohammad Sukiman Azmi (Bupati Lombok Timur) Rp 1,5 miliar dan USD 1.804
10. Syamsul Luthfi (Wakil Bupati Lombok Timur) Rp 736 juta
11. Zaini Arony (Bupati Lombok Barat) Rp 2,8 miliar
12. Qurais H.Abidin (Walikota Bima) Rp 16,7 miliar
13. Komari Subarkir (Dirut PT Bank NTB) Rp 8,01 miliar dan USD 2.176

Wednesday, February 29, 2012

ADAT BIMA : UPACARA PETA KAPANCA

Upacara Peta Kapanca adalah bagian dari prosesi pernikahan adat Bima. Upacara Peta Kapanca biasanya dilakukan pada malam hari sebelum acara akad nikah dan resepsi pernikahan dilaksanakan. Upacara Peta Kapanca ini banyak dihadiri oleh kaum hawa sehingga mereka mengklaim kalau acara ini adalah acara khusus buat kaum hawa.


Pada acara ini, calon pengantin wanita yang sudah di rias lengkap dengan pakaian adat Bima duduk di Uma Ruka (Rumah Mahligai) sambil menunggu ibu-ibu yang akan melumatkan daun Pacar (Inai) pada kuku-kuku calon pengantin wanita.


Acara ini cukup meriah karena ada suguhan Ziki Kapanca yang dilantunkan oleh ibu-ibu yang seolah-olah memberikan do'a dan pengharapan buat calon pengantin agar kelak bisa mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga yang harmonis dan di ridhoi oleh Allah SWT. Syair Ziki Kapanca ini bernuansa Islami karena didalamya mengandung pujian kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.


Makna dari acara Peta Kapanca adalah merupakan peringatan bagi calon pengantin wanita bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi akan melakukan tugas dan fungsi sebagai ibu rumah tangga atau istri. Selain itu juga, acara ini memberikan pesan kepada wanita lajang agar mengikuti jejak calon pengantin wanita yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi seorang istri.

Thursday, January 26, 2012

KOMPLEK KANTOR BUPATI BIMA DIBAKAR MASSA

Kondisi Kantor Bupati Bima pasca di bakar massa
Situasi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, kembali memanas. Komplek Kantor Bupati Bima, Kamis (26/1/2011) dibakar ribuan pengunjuk rasa, setelah sebelumnya sejak menjelang siang, ribuan warga Kecamatan Lambu dan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat mendatangi Kantor Bupati Bima dan berupaya menduduki kantor pemerintah daerah tersebut.


Massa pengunjuk rasa hari ini datang dari Lambu dan Sape menumpang ratusan truk dan tiba di Kota Bima pukul 12.30 Wita. Massa aksi langsung menggelar orasi dan menerobos pagar pembatas kantor bupati setelah sebelumnya long march dari lapangan umum dekat RSUD Bima.


Aksi ini dilakukan terkait dengan penanganan insiden di Pelabuhan Sape yang terjadi pada tanggal 24 Desember 2011. Insiden Pelabuhan Sape berawal dari unjuk rasa warga dan memblokade jalan di Pelabuhan Sape. Massa yang terdiri dari warga dan mahasiswa yang berunjuk rasa menolak pengesahan surat izin pertambangan yang dikeluarkan Bupati Bima. Massa sempat menutup pelabuhan Sape sebagai bentuk kekecewaan dari terbitnya surat izin tersebut yang berdampak pada pencemaran mata air di wilayah mereka. Kericuhan terjadi saat polisi berusaha mengurai massa. Dua orang peserta aksi bahkan tewas diduga akibat dianiaya polisi. Polisi sudah menetapkan lima orang petugas sebagai terperiksa.


Setelah membakar kantor Bupati Bima dan juga Kantor KPUD Bima hingga ludes di Jalan Soekarno Hatta, sedikitnya 10 ribu massa kini bergerak menuju Pendopo Bupati Bima, satu kilometer arah timur Kantor Bupati di Kota Bima.


Sesaat sebelum aksi pembakaran dilakukan, Koordinator aksi, Delian Lubis mengklaim, aksi pendudukan yang semula hendak menduduki kantor Bupati Bima itu diikuti sedikitnya 10.000 ribu orang. Mereka adalah warga dari Kecamatan Lambu, Sape dan Langudu.


"Kami datang ke sini, menuntut agar kawan-kawan kami dibebaskan. Mereka yang ditahan harus dibebaskan saat ini juga. Selain itu, bagi kami, sudah menjadi harga mati, kalau izin tambang PT Sumber Mineral Utama harus dicabut," kata Delian.
"Kami tidak mau bertemu atau berdialog. Kami mau bertemu Bupati, jika memang Bupati bersedia mencabut izin tambang PT Sumber Mineral Utama. Bagi kami, itu adalah harga mati," tegasnya lagi.


Sementara itu, AKBP Sukarman Husein, AKBP Sukarman Husein, di Mataram mengatakan "Benar massa telah membakar kantor Bupati Bima dan kantor KPUD Bima yang letaknya bersebelahan. Sementara informasi yang kami dapatkan dari lapangan, sebanyak 10 ribu massa kini bergerak menuju ke pendopo Bupati.

Friday, December 2, 2011

PULAU ULAR dan OI CA'BA

Pulau Ular Bima
Ular tidak selamanya berbisa, ternyata di dunia ini ada habitat ular yang tidak berbisa dan mereka juga takut sama manusia. Mungkin anda pernah menonton film yang berjudul “Snake Island”. Film ini menceritakan petualangan sekelompok orang ke sebuah pulau yang ternyata pulau itu dihuni oleh habitat ular, seremkan.?

Kalau anda ingin ingin tahu dan rasakan bagaimana serunya berpetualang di pulau ular seperti dalam film “Snake Island”, saya sarankan kepada anda untuk mengunjungi tempat yang satu ini, namanya Pulau Ular. Dilihat dari namanya sudah tentu di pulau ini dihuni oleh habitat ular dan berbagai macam ukuran.






DESKRIPSI

Pulau Ular terletak di Desa Pai Kecamatan Wera Kabupaten Bima NTB, Pulau ini juga bersebelahan dengan Gunung Sangiang yang pernah meletus sekitar tahun 1980-an. Pulau ini luasnya ±500m2 dan pulau ini hanya dihuni oleh habitat ular saja. Menurut yang saya amati, pulau ini sangat gersang karena di pulau ini hanya ditumbuhi 2 batang pohon kamboja yang terletak di bagian atas pulau.

Untuk menuju ke pulau ini kita menggunakan sampan atau speed boad dengan waktu tempuh 15 menit, untuk tarif per orang hanya Rp 5.000.

Sebelum menyeberang ke pulau ini kita juga akan menemukun keunikan lain yang ada di daerah ini. Keunikannya adalah ada banyak mata air dipinggir pantai yang apabila air pantai naik maka mata air ini akan tertutup tapi anehnya air dari mata air tersebut rasanya tetap tawar seperti air yang ada dirumah-rumah pada umumnya. Penduduk disini menyebutnya dengan Oi Ca’ba, kalau diartikan dalam bahasa Indonesia artinya air yang tawar.


Awalnya saya tidak percaya dengan fenoma ini, karena rasa penasaran akhirnya saya mencoba untuk meminumnya sedikit dan ternyata benar airnya rasanya tawar dan tidak ada rasa asin sedikitpun.


Penduduk disekitar pulau banyak yang mengambil air ditempat ini untuk mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari. (Udah dulu ya penjelasan tentang Oi Ca’ba).

Pulau Ular
Setelah sampai di pulau ular maka kita akan mendapatkan pulau ini sepi seperti tidak berpenghuni (ularnya mana.?). Untuk dapat menemukan ular yang ada dipulau ini, kita harus mencari mereka di celah-celah dinding pulau yang berbatu, disitulah mereka bersembunyi apabila ada manusia yang datang ke pulau ini. (aneh kan).

Keunikan ular yang ada di pulau ini adalah mereka selalu mencari makan ke dalam laut dan akan lari apabila melihat manusia. Anehnya lagi, ular-ular ditempat ini jangan dipegang lama-lama karena apabila dipegang lama-lama maka ularnya akan lemas dan mati. Untuk menjaga hal tersebut maka tiap 5-10 menit kita harus memandikan atau mencelupkan mereka ke air laur agar mereka tetap segar bugar (he he he).

Ular-ular di pulau ini menurut penduduk setempat merupakan jenis ular laut. Siapapun tahu bahwa ular laut termasuk ular yang sangat beracun. Dilihat dari ciri-ciri fisiknya, ular tersebut memang berbentuk seperti ular laut. ekornya pipih seperti ekor ikan, warnanya putih silver dan hitam mengkilat. Ketika dipegang tidak terasa licin sama sekali sebagaimana layaknya ular-ular di darat. Kulitnya lebih terasa kesat dan bersirip seperti ikan. Walau hidup liar, mereka sangat jinak dan ramah terhadap pengunjung. Ketika dipegang mereka sama sekali tidak menggigit atau melilit. Bahkan ketika dipegang dalam jumlah yang cukup banyak, ular-ular tersebut tetap jinak.


MITOS tentang Pulau Ular

Di balik keunikannya, pulau ini juga menyimpan sebuah misteri atau mitos. Orang-orang disekitar pulau mengatakan bahwa asal mulanya pulau tersebut berasal dari sebuah kapal belanda dulu yang ingin datang ke Bima kemudian orang-orang sekitar mengutuk kapal itu menjadi sebuah pulau dan ular-ular yang menghuni pulau tersebut adalah ular jadi-jadian yang bertugas untuk melindungi pulau tersebut. Dua pohon kamboja yang berada di atas pulau itu dikatakan sebagai tiang dari kapal belanda tersebut.

Di balik keunikan pulau ini menyimpan sebuah mitos. Orang-orang disekitar pulau mengatakan bahwa asal mulanya pulau tersebut berasal dari sebuah kapal belanda dulu yang ingin datang ke Bima kemudian orang-orang sekitar mengutuk kapal itu menjadi sebuah pulau dan ular-ular yang menghuni pulau tersebut adalah ular jadi-jadian yang bertugas untuk melindungi pulau tersebut. Dua pohon kamboja yang berada di atas pulau itu dikatakan sebagai tiang dari kapal belanda tersebut.Ular ini tidak bisa dibawa kemana-mana. Kalau ada yang membawanya keluar dari daerah itu, ular tersebut akan segera kembali ke komunitasnya lagi. Kalau tidak bisa kembali, dipercayai akan mendatangkan bencana bagi masyarakat Desa Pai, makanya masyarakat desa sangat menjaga kelestarian satwa itu.

Rute menuju Pulau Ular

Untuk menuju ke Pulau Ular bisa ditempuh dengan jalur darat menggunakan sepeda motor atau mobil dengan waktu tempuh ±90 menit dari Kota Bima. Dalam perjalan menuju ke Pulau Ular kita akan dimanjakan dengan keindahan panorama pantai disepanjang jalan.

Saturday, November 12, 2011

LAKEY BEACH DOMPU

Surfing at Lakey Beach
Every March to August, Lakey beach is always crowded by tourists, after enjoying the beauty of tourism on the island of Bali and Lombok and then they switch to the island of Sumbawa, precisely in the Village Hu'u, Dompu District.

With some difficulty they brought equipment heavy enough so that they can enjoy the thrill of surfing and wind surfing. To get to the beach Lakey, from Muhammad Salahuddin Airport of Bima, we can rent a car that always stand by at the airport with rental costs around 500rb, this trip takes 2 hours to get to the beach Lakey.

After the Bali bombing, Lakey beach was deserted. Australian tourists who diligently into this place so afraid to come here, but now all was be normal again. Now Lakey beach is always crowded visited by foreign tourists. They sometimes persist for weeks and even months before it finally set off again to another place to look for new challenges.

Lakey beach is quite known among the surfing enthusiast. The waves at Lakey beach is so special, if in Nias Island or Hawaii, the waves were only moving in one direction, then Lakey wave can move in both directions, left and right. Technically, the Lakey waves was considered safe for surfing sports, because in normal conditions the wave height between 1.5 to 3 meters and a depth of 4 meters of the beach, And with waves sound about 150 feet from tidal water.

Lakey Surf
Lakey Beach is also known for having the most complete types of waves than the other beaches in the world. Wave types are:

> Nangas is a type of flat-shaped waves.
> Lakey Peak is the first wave peaked and then leveled off

> Pipe is a wave that looks like a pipe, a type of waves that can also be found in Hawaii.
> Periscope is a type of wave that resembles a pair of binoculars so that when they bend over the waves, surfers as there are in the binoculars.

Periscope wave peak at Lakey Beach
Lakey Beach has become one of the leading tourist attraction with many facilities have been provided. Anyway, enjoy your vacation at Lakey beach.


Thursday, November 10, 2011

NTUMBU TUTA


Bima Culture : Ntumbu Tuta

NTUMBU TUTA, is one of the wealth of art and culture in Bima Regency NTB.

Bima is one of the Autonomous Region in West Nusa Tenggara Province, located at the eastern end of Sumbawa Island, adjacent to the City of Bima (Bima Redistricting of District).

Geographically Bima be in a position 117 ° 40 "-119 ° 10 'east longitude and 70 ° 30' south latitude.

To be able to see some of that wealth, you should go to some villages whose inhabitants still or controlling the implementation process of the head and dance contest with a sharp weapon.

Come to the District Wawo. About an hour's drive from downtown of bima to the eastwards. to perform the dance must submit enough people, we can negotiate the fee issue with the village head. The average is about Rp. 1-2 million, depending on the old show that is sure to be implemented in a typical barnyard Milky Society.

Ntumbu Tuta is an art, which was often played at every party and traditional rituals. In addition there are also dance “Ntumbu Manca and Buja Kadanda”. Two dance is also using spells. Because, in the dance that happens to attack each other with real swords and spears.

HISTORY of NTUMBU TUTA


Bima Culture : Ntumbu Tuta
Yet there are those who know exactly when the attraction of art like this started there in Bima.

Because this is just found in District of Wawo. But some historians and cultural experts argue that this attraction has existed 17th century of Sultanate Bima.

Nearly 90 percent of traditional arts attractions Milky dominated by attractions that depict the spirit of patriotism dexterity and kepahawanan. This was evidenced by the use of agility equipment and implements of war such as machetes, spears, dagger and others in every attraction.

In District Wawo Bima, “Ntumbu Tuta” handed down by one family or descendants. And can not be played by others outside the family environment. Before, one of the oldest of them provide water prayers and incantations to all members of the players. Science is immune to the spell so that when they do not compete head to feel sick and do not lump or bleeding from the head benuran. “Ntumbu Tuta” attractions accompanied by traditional music of the Milky Two Fruit Drum, One fife, Gong, and laughter-laughter.

When music is playing, competing in front of some people like the style of martial arts and attacked each other with the head.

Historian Mr M. Hilir Ismail suggested that this could send you “Ntumbu Tuta” also banned because there was a view that this attraction is against Islamic teachings. Why is that? because the head is a symbol of honor someone so it would be baseness if pitted. But there are also among those who argue that it is part of the tradition to arouse the spirit of patriotism to defend the State (the Kingdom).

But some historians and cultural experts argue that this attraction has been around since the 17th century the Sultanate of Bima. Nearly 90 percent of traditional arts attractions Milky dominated by attractions that depict the spirit of patriotism dexterity and heroism. This was evidenced by the use of agility equipment and implements of war such as machetes, spears, dagger and others in every attraction.

Map of West Nusatenggara