Showing posts with label Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Olahraga. Show all posts

Thursday, March 1, 2012

Sepuluh Hasil Buruk Sepakbola Indonesia Sepanjang Sejarah

Sepuluh. Angka ini mendadak tidak lepas dari benak pikiran serta ramai menjadi pembahasan penggemar sepakbola tanah air, Rabu (29/2) malam lalu. Pasalnya, telah tercipta sejarah yang sayangnya merupakan peristiwa memalukan bagi timnas Indonesia. Pada laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia, Indonesia ditelan tuan rumah Bahrain, 10-0.

Sepuluh gol tercipta ke dalam gawang Andi Muhammad Guntur. Seakan kian melengkapi penderitaan, Samsidar menerima kartu merah pada menit ketiga pertandingan, menyusul kartu merah kepada pelatih Aji Santoso, dan empat kali hukuman penalti yang dijatuhkan wasit Andre El Haddad asal Libanon. Sejarah juga mencatat, tidak ada tim lain setelah Brighton & Hove Albion pada Maret 1989 yang menerima empat hukuman penalti sekaligus pada satu pertandingan.

GOAL.com mencoba merangkum sepuluh hasil pertandingan terburuk yang pernah dialami Indonesia sepanjang sejarah. Definisi "terburuk" tidak mesti berarti kekalahan dengan skor besar, tetapi juga hasil-hasil mengejutkan dan di luar dugaan yang mencegah terwujudnya mimpi Indonesia untuk berprestasi. Sepuluh pertandingan ini juga dipilih berdasarkan dampaknya terhadap perkembangan sepakbola tanah air secara keseluruhan. Dengan demikian, kekalahan 7-1 dari Uruguay, misalnya, pada laga ujicoba tidak masuk dalam catatan.

Catatan hasil-hasil ini juga tidak dimaksudkan untuk menghujat, melainkan dilakukan dengan semangat pembelajaran dari pengalaman yang sudah dialami Indonesia. Sepakbola tidak melulu soal kemenangan, tetapi juga bagaimana caranya bangkit dari keterpurukan.

1. Mogok di debut regional, vs Thailand 1-1, SEA Games 1977
Untuk kali pertama Indonesia berpartisipasi di pesta olahraga negara Asia Tenggara, SEA Games. Di cabang sepakbola, Indonesia disematkan status favorit karena sudah langganan tampil di turnamen antarnegara seperti Merdeka Games, Piala Raja Thailand, atau Piala Presiden Korea Selatan. Status favorit kian lantang ketika Indonesia mampu mengalahkan tuan rumah Malaysia 2-1 pada laga debut SEA Games. Setelah laga itu, skuad Indonesia menuding kubu tuan rumah menerapkan strategi tidak sportif dengan jadwal ketat. Puncaknya terjadi ketika di laga semi-final Indonesia memprotes kepemimpinan wasit Othman Omar, asal Malaysia, yang dianggap berat sebelah. Pemain Indonesia berkelahi dengan Thailand dan wasit menghentikan pertandingan pada menit ke-60 pada kedudukan 1-1. Indonesia menolak melanjutkan laga sehingga panitia memberikan kemenangan kepada Thailand. Indonesia pun melanjutkan protes dengan mogok bertanding pada pertandingan perebutan medali perunggu melawan Burma.

2. Super-Mokh membungkam Senayan, vs Malaysia 0-1, SEA Games 1979
Setelah kasus mogok pada partisipasi debut, Indonesia berhasil melaju ke babak puncak SEA Games 1979 yang digelar di kandang sendiri. Ratusan ribu pasang mata memadati Senayan berharap Indonesia mampu melengkapi gelar juara umum dengan medali emas cabang primadona, sepakbola. Apalagi musuh di laga puncak adalah seteru abadi, Malaysia. Harapan masyarakat Indonesia musnah di kaki penyerang legendaris Harimau Malaya, Mokhtar Dahari. Memanfaatkan kecerobohan Ronny Pattinasarany, pemain berjuluk Super-Mokh itu berhasil membobol gawang Ronny Paslah pada menit ke-21. Indonesia gagal membalas sepanjang sisa pertandingan dan rivalitas dua negara tetangga ini pun kian dalam.


2. Raksasa melawan liliput, vs Fiji 3-3, Kualifikasi Piala Dunia 1982
Indonesia tak mampu mengalahkan Fiji, negara seukuran provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam dua pertemuan pada kualifikasi Piala Dunia 1982. Tergabung di Sub Grup A kualifikasi Piala Dunia 1982 bersama Selandia Baru, Australia, Taiwan, dan Fiji, Indonesia nyaris saja terhempas menjadi juru kunci. Hasil buruk dibukukan pada empat laga pertama ketika dibekuk Selandia Baru 2-0 dan 5-0, kandang dan tandang, menyerah 2-0 dari Australia di Melbourne, dan bermain imbang 0-0 melawan tuan rumah Fiji. PSSI memutuskan mengganti pelatih Harry Tjong dengan Endang Witarsa. Di Senayan, dua hari sebelum melawan Fiji, seperti dilansir Tempo, manajer Syarnoebi Said akan menyuruh pemain Indonesia bersumpah guna menepis kecurigaan kemungkinan disuap. Di lapangan, Indonesia sempat unggul 3-1 sebelum akhirnya disamakan 3-3 oleh Fiji hingga pertandingan berakhir. Beruntung Indonesia selamat dari posisi juru kunci setelah menaklukkan Australia 1-0 pada laga pamungkas yang sudah tidak menentukan.

4. Antiklimaks Garuda 1, vs Thailand 0-7, SEA Games 1985
Hanya empat bulan setelah sukses menjuarai Sub Grup B kualifikasi Piala Dunia 1986 dan hanya kalah dari Korea Selatan yang lolos ke Meksiko, Indonesia tidak tampil dengan standar yang sama di SEA Games di Thailand. Padahal Indonesia tampil dengan sisa-sisa skuad Garuda 1 yang berlatih khusus di Brasil. Bedanya, Bertje Matulapelwa ditunjuk menjadi pelatih menggantikan Sinyo Aliandoe. Pada partisipasi kali ini, Indonesia hanya mampu bermain imbang sekali dalam empat pertandingan. Puncaknya adalah kekalahan telak 7-0 dari tuan rumah Thailand di semi-final. Usai SEA Games, Bertje tetap dipercaya PSSI menangani timnas. Seperti diketahui, Bertje kemudian sukses membawa Indonesia menempati peringkat keempat Asian Games 1986. Kegagalan SEA Games rupanya menjadi pelecut Indonesia untuk melaju jauh di Asian Games dan kemudian sukses menjuarai SEA Games 1987 yang digelar di Jakarta.

5. Gol bunuh diri Mursyid Effendy, vs Thailand 2-3, Piala Tiger 1998
Untuk menghindari tuan rumah sekaligus favorit Vietnam di semi-final, Indonesia dan Thailand "menolak" menang pada pertandingan terakhir babak penyisihan Grup A. Kedua tim sudah dipastikan lolos ke semi-final, tetapi hasil imbang saja sudah cukup bagi Thailand untuk menempati posisi runner-up dan terhindar dari laga melawan Vietnam. Ketidakseriusan memuncak usai jeda. Indonesia memimpin dua kali sebelum selalu disamakan Thailand. Puncaknya, pada menit ke-90 Mursyid Effendi melesakkan bola ke dalam gawang sendiri! Thailand menang 3-2 dan berhadapan dengan Vietnam di semi-final. Ketua Umum PSSI Azwar Anas menyambut kepulangan timnas di bandara dan sambil berlinang air mata menyatakan pengunduran diri karena insiden memalukan itu. Setelahnya, Mursyid juga mendapat sanksi larangan bermain untuk timnas seumur hidup oleh FIFA.

6. Antiklimaks di Negeri Tirai Bambu, vs Cina 0-5, Piala Asia 2004
Bersama pelatih Bulgaria yang senantiasa didampingi penerjemah bahasa Indonesia, Ivan Kolev, membawa Garuda mengejutkan Asia dengan menundukkan Qatar 2-1 pada laga perdana Grup A Piala Asia 2004. Hasil tersebut menyebabkan Qatar memecat pelatih Philippe Troussier. Optimisme pun melambung karena minimal Indonesia membutuhkan satu poin tambahan melawan Cina dan Bahrain pada dua laga susulan. Nyatanya, Indonesia tampil lesu pada laga kedua menghadapi tuan rumah Cina. Alex Pulalo mendapat kartu merah pada menit ke-29 dan Garuda menyerah 5-0. Pada laga terakhir Indonesia dikalahkan Bahrain 3-1 dan gagal masuk delapan besar. Kolev kemudian tidak melanjutkan tugas sebagai pelatih dan digantikan oleh Peter Withe untuk Piala AFF tahun yang sama. Tim besutan Withe, dengan mengandalkan bintang baru seperti Boaz Solossa dan Ilham Jayakesuma, tampil mempesona di turnamen tersebut.

7. Blunder Garuda Muda, vs Suriah 0-7, kualifikasi Piala Dunia 2010
Gairah publik meningkat setelah penampilan Indonesia di Piala Asia 2007 yang terbilang memuaskan meski gagal lolos ke babak perempat-final. Semangat melaju jauh di kualifikasi Piala Dunia pun mengapung ketika berhadapan dengan Suriah di babak eliminasi. Apa lacur, 9 November, Indonesia harus mengakui keunggulan tim tamu 4-1. Merasa tak lagi punya peluang, Indonesia mengirimkan tim U-23 yang disiapkan mengikuti SEA Games 2007. Kebijakan itu terbukti menjadi blunder. Garuda Muda menyerah 7-0 di Damaskus dan gagal total di Nakhon Rachasima, Thailand. Pelatih Ivan Kolev yang dipuja-puja saat Piala Asia pun sontak kehilangan kepercayaan PSSI dan digantikan dengan Benny Dollo di awal 2008.

8. Tersandung di Bukit Jalil, vs Malaysia 0-3, leg pertama final Piala AFF 2010
Sejengkal lagi perjuangan Indonesia mengakhiri puasa gelar sejak 1991 akan terwujud di Piala AFF 2010. Indonesia selalu menang dalam tiga pertandingan penyisihan grup dan dua laga semi-final melawan tim kejutan Filipina. Lawan di laga puncak adalah Malaysia, tim muda yang ditelan 5-1 pada laga pembuka di Senayan. Dengan segala sorotan dan eksploitasi terhadap tim asuhan Alfred Riedl, termasuk dengan kegiatan tim mengikuti pengajian sebelum laga final, Indonesia tersandung di Bukit Jalil. Malaysia mengejutkan dengan kemenangan 3-0 dan hasil itu hanya mampu dibalas 2-1 pada laga kedua di Senayan beberapa hari berselang. Harapan publik untuk berprestasi pun kembali pupus. Enam bulan setelah turnamen, terjadi pergantian kepemimpinan PSSI dan Riedl secara kontroversial dipecat untuk digantikan dengan Wim Rijsbergen.

9. Skandal Senayan, vs Yugoslavia Selection 2-3, Laga eksebisi
Almarhum Tony Pogacnik tercenung setiap kali ditanya wartawan tentang peristiwa memalukan yang terjadi di tengah persiapan Indonesia menghadapi Asian Games 1962 di negeri sendiri. Persiapan untuk cabang sepakbola digelar serius dengan menggelar pelatnas dan membentuk dua tim, Banteng dan Garuda. Sejumlah laga ujicoba digelar, antara lain menghadapi Torpedo Moskwa dan Yugoslavia Selection. Pada kekalahan 3-2 melawan Yugoslavia Selection disinyalir sejumlah pemain timnas menerima suap. Pogacnik bahkan sampai berlinang air mata ketika kepolisian memeriksa dan menahan beberapa pemain atas tuduhan tersebut. Pada akhirnya, Pogacnik terpaksa membentuk tim yang sama sekali baru. Di Asian Games, Indonesia gagal terbang tinggi dan tersisih di penyisihan grup.

10. Tragedi Manama, vs Bahrain 0-10, Kualifikasi Piala Dunia 2014
Terakhir, tentu saja hasil yang baru saja terjadi di pertandingan terakhir kualifikasi menuju Brasil 2014. Tak lagi punya peluang, ditambah dengan masalah dualisme kompetisi, PSSI memberangkatkan tim yang hanya diisi para pemain dari kompetisi legal. Wim Rijsbergen tidak lagi menjadi pelatih dan Aji Santoso dipercaya menukangi tim. Hasil buruk rupanya merusak laga debut Aji serta sebagian besar para pemain di ajang internasional. Kekalahan 10-0 di Manama ini merupakan yang terbesar dialami Indonesia sepanjang sejarah, melampaui rekor 9-0 ketika dikalahkan Denmark pada 1974.

Sumber : yahoo.com

Thursday, February 23, 2012

Roadster, mobil tercepat dan termahal di dunia


Mobil tercepat di dunia, Bugatti Veyron Super Sport boleh tidak diproduksi lagi dan sudah habis terjual. Namun Bugatti tak henti memproduksi mobil tercepat dalam bentuk lain. Sebuah roadster atau mobil beratap terbuka!

Bugatti mengumumkan akan mengenalkan versi atap terbuka dari Bugatti Veyron 16.4 Grand Sport yang dinamai Bugatti Veyron 16.4 Grand Sport Vitesse. Grand Sport Vitesse seperti dilansir dari siaran pers Bugatti akan diluncurkan bulan Maret mendatang di Geneva Motor Show.

"Sukses Super Sport meyakinkan kami untuk meningkatkan performa roadster-roadster Bugatti. Sekali lagi, insinyur kami bekerja keras untuk mendemonstrasikan kalau Bugatti bisa menembus batas-batas yang secara teknis bisa dilakukan," ujar Presiden Bugatti Wolfgang Durheimer.

Yang menarik roadster ini akan menggunakan mesin dari Super Sport. Roadster itu akan memiliki mesin W16 dengan turbo yang lebih besar dan intercooler.

Bugatti Veyron Grand Sport Vitesse

Ini artinya tenaganya akan lebih dahsyat lagi mencapai 1.200 hp dengan torsi 1.500 Nm. Lebih kuat dari Super Sport yang menjadi mobil tercepat di dunia. Veyron Super Sport sendiri memiliki tenaga sekitar 1.001 hp. Wah kira-kira berapa kecepatan maksimum roadster ini nanti ya?


Sumber : oto.detik.com

Friday, February 10, 2012

Pertandingan ulang Khan dan Peterson digelar 19 Mei

Pertandingan ulang petinju Inggris Amir Khan dengan Lamont Peterson akan dilakukan pada 19 Mei mendatang di Las Vegas, seperti disampaikan Khan melalui Twitter.

Sebelumnya petinju Amerika Peterson meraih gelar juara dunia kelas welter ringan versi Asosiasi Tinju Dunia World Boxing Association (WBA) dan Federasi Tinju Internasional, International Boxing Federation (IBF), pada pertandingan kontroversial pada Desember lalu.
Berita terkait

Khan berusia 25 tahun, memprotes kekalahan tersebut dan menyebut adanya kecurangan dalam pemotongan nilai oleh juri pertandingan, tetapi pada akhirnya dia membatalkan klaimnya itu.

Kedua petinju ini akan bertanding untuk kedua kalinya di Hotel Mandalay Bay Las Vegas setelah sebelumnya pertandingan pertama mereka dilakukan di kampung halaman Peterson, Washington, DC.

Richard Schaefer, Kepala eksekutif Golden Boy yang merupakan promotor, mengatakan kepada Sky Sport News: "Kami telah sepakat, semua telah kami atur. Ini akan menjadi (pertandingan) besar dan saya rasa pertandingan yang sangat besar.

"Pertandingan pertama merupakan pertandingan yang mengerikan, seluruh aksi pertandingan, banyak kontroversi, banyak pertanyaan, jadi ini yang satu ini diharapkan akan menjelaskan seluruh tanda tanya."

WBA meminta agar pertandingan dilakukan pada awal bulan ini, dan mengklaim ada "banyak ketidakberesan" dalam pertandingan pertama, serta memberikan Peterson waktu selama 180 hari untuk menyetujui pertandingan ulang dengan Khan.

Sebelumnya, Khan tidak senang dengan juri Joseph Cooper yang memotong angka karena mendorong, dan cara dia menilai pertandingan.

Beberapa hari setelah pertandingan, Khan juga menggunakan Twitter untuk mempertanyakan banyak hak mengenai "pria misterius" yang terlihat di ring berbicara dengan supervisor penilai WBA Michael Welsh, selama pertandingan.

"Pria misterius" itu bernama Mustafa Ameen yang hadir dalam pertandingan sebagai tamu IBF tetapi tidak memiliki jabatan dalam pertandingan sore itu.

Dalam wawancara ekslusif dengan BBC Sport bulan lalu, Ameen mengklaim dia hanya mengkoreksi kesalahan dan Welsh mengeluh tidka sehat.

Sumber : bbc.co.uk

Thursday, February 2, 2012

Daftar Mobil Mewah Pemain Bola Inggris

Mobil mewah mungkin menjadi suatu barang yang wajib dimiliki oleh seorang pesepakbola dunia. Nilai gaji yang tinggi membuat mereka tidak kesulitan membeli mobil mewah dengan banderol harga hingga miliaran rupiah.

Bagi pemain sepak bola di liga Inggris, tak lengkap rasanya jika garasi rumah mereka, tidak dipenuhi koleksi mobil sport yang supermewah dan memiliki kecepatan tinggi.

Di liga nomor satu di dunia itu, memang dikenal dengan pemain-pemainnya yang glamor dan rela menghabiskan uang demi mendapatkan tunggangan dengan desain eksotis.

Berikut 10 mobil mewah yang paling banyak dikoleksi pemain bola di Inggris:

1. Aston Martin DB9

Mobil sport asal Inggris memiliki mesin berkapasitas 6000 cc V12, yang dapat menyemburkan tenaga hingga 470 tenaga kuda. Hanya butuh 4,8 detik untuk mencapai 100km/jam, adapun kecepatan maksimalnya bisa menyentuh 305 km/jam.

Mobil yang pernah digunakan dalam film James Bond berjudul Casino Royal dan Quantum of Solance ini merupakan mobil yang paling digemari Frank Lampard (Chelsea), Glen Johnson (Liverpool), dan Michael Carrick (Manchester United).

2. Aston Martin Vanquish

Mobil bertenaga 514 tenaga kuda ini memiliki kecepatan maksimal 328 km/jam. Mobil berdesain mewah dan eksotis mampu mencapai kecepatan 1-100km/jam dengan waktu 4 detik. Mobil yang juga pernah digunakan di film James Bond berjudul Die Another Day digunakan oleh Steven Gerrard (Liverpool), Peter Crouch (Stoke City), Ryan Giggs (Manchester United).

3. Mercedes McLaren SLR

Mobil ini juga termasuk sangat digemari para pesepakbola karena dianggap bisa memberikan sensasi sebagai seorang pembalap Formula 1.

Mercedes McLaren SLR dipersenjatai mesin supercharger 5,5 liter V8, yang memproduksi 626 tenaga kuda dan torque 780 Nm. Mobil ini dapat berakselerasi dari 0 sampai 100 km/jam hanya dalam 3,8 detik dan memiliki kecepatan maksimum 334 km/jam.

Pesepakbola yang mengkoleksi mobil ini antara lain William Gallas (Tottenham), John Terry (Chelsea), Frank Lampard (Chelsea), Jermaine Pennant (Stoke City).

4. BMW X5

SUV keluaran BMW ini adalah salah satu mobil yang paling digemari para pesepakbola di Inggris. X5 mampu menghasilkan tenaga sekitar 350 tenaga kuda dan bermesin V8. Kecepatan maksimalnya bisa menyentuh 250 km/jam. Mobil ini dapat melaju dari 0-100 km/jam dalam waktu 4,7 detik.

Mobil menjadi koleksi Wayne Rooney (Manchester United), Rio Ferdinand (Manchester United), Steven Gerrard (Liverpool), John Terry (Chelsea).

5. Bentley Continental GT

Sedan mewah yang sudah mengadopsi four-wheel driving system ini, mempunyai kecepatan maksimal 318 km/jam dan mampu melaju 0-100 km/jam hanya dalam waktu 4.8 detik.

Bentley Continental GT menjadi pilihan Carloz Tevez (Manchester City), Steven Gerrard (Liverpool), Ryan Giggs (Manchester United), Jermain Defoe (Tottenham).

Sumber : vivanews.com

Monday, January 30, 2012

Repsol Honda Kenalkan RC213V

Akhirnya, Repsol Honda resmi meluncurkan motor barunya di Pan Pacific Hotel, Kuala Lumpur, Senin (30/1). Motor tersebut diberi nama Honda RC213V dan diharapkan dapat membuat Casey Stoner mempertahankan gelar juaranya.

Acara yang diawali dengan dengan pemutaran video kesuksesan Honda pada musim 2011  itu dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk mengenang pembalap Marco Simoncelli.

Bahkan, tim Repsol Honda juga sudah mengunjungi Sirkuit Sepang, tempat di mana Simoncelli mengalami kecelakaan tragis hingga merenggut nyawanya pada GP Malaysia bulan Oktober 2011.

Honda pun mantap menatap musim balapan 2012 di mana akan menjadi era perdana MotoGP mesin 1.000 cc. Stoner dan Dani Pedrosa resmi meluncurkan motor baru mereka, RC213V. Pada bagian motor tersebut warna klasik Repsol masih menjadi pilihan, namun ada perubahan nomor pada motor Stoner, yaitu nomor 1 - sebagai juara dunia.

"Ini adalah Honda RC213V. Itu adalah 21-3, bukan 2-13. Itu terdiri dari abad ke-21 dan mesin (generasi) ketiga.Mesin dan sasisnya berbeda dari tahun lalu, disebabkan oleh perubahan regulasi,” ujar HRC Executive Vice President Shuhei Nakamoto seprti dikutip Crash, Selasa (31/1/2012).

Nakamoto menuturkan bahwa pabrikan Honda sangat ingin mempertahankan kesuksesan yang sudah diraihnya pada musim lalu, yang merupakan era terakhir mesin 800 cc. Mereka yakin, Stoner dan Pedrosa dapat melewati musim ini dengan baik.

"RC213V merupakan evolusi dari versi terdahulu RC212V dengan basis konsep yang sama. Mesin yang kami bawa ke Sepang saat ini hampir sama dengan yang kami coba di Valencia pada bulan November lalu, meskipun ada sedikit perbedaan.”

"Casey dan Pedrosa sendiri sebenarnya  akan memiliki satu mesin yang sama seperti di Valencia, tetapi perbedaan di sasis, karena berdasarkan pada permintaan mereka,” tutupnya.

Sumber : okezone.com

Friday, January 27, 2012

Liverpool vs MU, 'El Clasico Inggris'

Dua pekan terakhir mata publik sepakbola dunia sama-sama tertuju kepada laga panas dan sarat gengsi di Spanyol yang mempertemukan dua seteru abadi, Real Madrid dengan Barcelona. Dan pada akhir pekan ini, Sabtu, 28 Januari 2012, hal serupa juga akan terjadi, namun bedanya pandangan mereka akan mengarah ke dataran Inggris. Ya, dua klub elit di sana, Liverpool dan Manchester United akan beradu kuat di putaran keempat FA Cup.

Sama halnya dengan duel antara Madrid kontra Barcelona, pertemuan Liverpool dengan MU juga pantas diberi titel 'El Clasico'. Alasannya, laga ini mempertemukan dua klub elit yang sudah bertahun-tahun menguasai kompetisi sepakbola di negeri Ratu Elizabeth.

Memang, dalam beberapa musim belakangan gegap-gempita pertarungan antara Liverpool dengan MU sedikit tersaingi oleh Big Match lain yang tak kalah panas seperti Derby Manchester. Namun, bila ditilik dari sisi sejarah, tetap saja hanya pertandingan itu yang paling layak disetarakan dengan 'El Clasico' di negeri Matador.

Ya, Liverpool dan MU menjadi dua tim dengan raihan trofi Premier League terbanyak yakni 18 gelar untuk The Reds dan 19 untuk The Red Devils. Tidak hanya itu, keduanya juga dominan di kancah FA Cup. MU menjadi pengumpul terbanyak gelar kejuaran tertua di di dunia itu dengan 11 trofi, sedangkan Liverpool berada di posisi keempat dengan koleksi 7 trofi, masih di bawah Arsenal (10) dan Tottenham Hotspur (8).

Untuk ajang Carling Cup, Liverpool yang merebut 7 gelar mencatatkan diri sebagai peraih trofi terbanyak di pentas tersebut. Sementara, MU berada di posisi ketiga dengan 5 raihan lima gelar.

Potensi Rusuh dan Kasus Rasis Evra

Sebagai klub yang memiliki basis pendukung terbesar serta sangat fanatik, maka tidak heran jika pertandingan antara Liverpool dan MU ini dibayangi potensi kerusuhan di dalam maupun luar stadion. Apalagi, Liverpudlian saat ini punya dendam pribadi kepada Patrice Evra yang menjadi biang keladi atas dihukumnya penyerang andalan tim kesayangan mereka Luis Suarez.

Suarez dipaksa menepi oleh FA karena terbukti menucapkan kata-kata bernada rasis pada duel beberapa bulan lalu. Atas tindakannya tersebut penyerang asal Uruguay itu dilarang tampil dalam delapan laga serta diharuskan membayar denda.

Meskipun sadar bakal jadi incaran caci-maki publik Anfield, namun sebagai pemain profesional Evra tidak mau menghindari pertandingan kontra Liverpool besok. Keputusan pemain asal Prancis itupun rupanya didukung oleh pelatihnya. Malah, Ferguson mengaku akan memberikan tugas lebih kepada Evra yakni menyandang ban kapten menggantikan Rio Ferdinand.

"Saya yakin, itu tidak akan menjadi masalah. Ferdinand bisa saja menjadi kapten jika cedera tidak menganggunya. Saya memilih kapten dari pemain yang konsisten bermain. Dan itu ada dalam diri Evra," papar Fergie.

Sementara, kapten Liverpool, Steven Gerrard mengimbau agar pendukung timnya tidak mengganggu pertandingan besar melawan MU besok. Pemain yang kerap disapa Stevie G itu tak ingin laga tersebut lebih dikenal karena insiden-insiden buruk yang terjadi.

"Kami semua punya tanggung jawab untuk memastikan laga ini selalu dikenang di pentas sepakbola," kata Gerrard kepada ESPN. "Liverpool dan Manchester United punya rivalitas hebat yang bisa mempengaruhi media dan fans."

"Kami tak ingin melihat halaman depan koran-koran nanti diisi insiden di luar lapangan antara dua tim terbaik. Hanya berita seputar tim pemenang yang seharusnya ada," pungkasnya.

Ambisi Pribadi Dalglish vs Ambisi Double Winners MU

Sebagai pelatih, Kenny Dalglish mengusung ambisi pribadi ketika menghadapi MU nanti. Pria asal Skolandia itu ingin mencatatkan kemenangan pertamanya atas MU di FA Cup sekaligus membalas kekalahan pada musim lalu di ajang yang sama.

Meskipun sudah dua kali menangani Liverpool, sebelumnya, pada 1985 hingga 1991, namun King Kenny, julukan Dalglish, tercatat baru sekali memimpin timnya tersebut menghadapi MU di pentas FA Cup. Duel itu sendiri berlangsung pada 9 Januari 2011, atau sehari setelah dirinya didaulat menjadi pengganti Roy Hodgson dan hasilnya mengecewakan, The Kop, julukan lain Liverpool, kalah dengan skor tipis 1-0.

Jadi sangat wajar bila di pertandingan besok, Dalglish mengamanatkan anak-anak asuhnya untuk mengerahkan seluruh kemampuan agar dapat keluar sebagai pemenang. Dalglish ingin menebus kegagalan pada debut keduanya bersama Liverpool, sekaligus menjaga peluang untuk bisa merengkuh trofi di musim ini, selain Carling Cup dimana mereka saat ini sudah memastikan satu tempat di final.

Sayangnya, keinginan Daglish itu akan terganjal oleh kubu lawan yang juga memiliki ambisi besar. Sebagaimana di musim-musim sebelumnya, MU sangat berharap bisa mengawinkan trofi Premier League dan FA Cup.

Secara rekor keseluruhan MU boleh sedikit berbangga diri. Dari 155 laga yang mainkan, mereka sukses mencatat 59 kemenangan, sementara Liverpool meraih 52 kemenangan dan sisanya imbang. Tapi, jika dipandang dari rekor kandang, sejarah buruk malah mengiringi lawatan MU ke kandang rival bebuyutannya itu. Ya, statistik mencatat 'Setan Merah' terakhir kali mengalahkan Liverpool di Anfield 52 tahun silam. (sj)

5 Pertemuan Terakhir Liverpool vs Manchester United:
15/10/11    Liverpool 1 - 1 Manchester United
06/03/11    Liverpool 3 - 1 Manchester United
09/01/11    Manchester United 1 - 0 Liverpool
19/09/10    Manchester United 3 - 2 Liverpool
21/03/10    Manchester United 2 - 1 Liverpool

Sumber : vivanews.com

Wednesday, January 25, 2012

Barca Lolos Semifinal Lewat Laga Dramatis

Lewat laga dramatis, Barcelona akhirnya memastikan diri lolos ke babak semifinal Copa Del Rey setelah menahan imbang real Madrid 2-2 di Camp Nou, Kamis, 26 Januari 2012. Barca sempat unggul dua gol di babak pertama, namun Madrid mampu membalas di babak kedua.

Meski bertindak sebagai tamu, Real Madrid memulai laga dengan percaya diri dan memperagakan permainan cepat. Alhasil Carlos Puyol dan kawan-kawan sempat pontang-panting menghalau serangan gencar yang dilancarkan Cristiano Ronaldo Cs.

Sejumlah peluang emas berhasil diciptakan kubu Madrid. Namun di tengah gempuran serangan tamu, secara mengejutkan Barca mampu mencetak dua gol di penghujung babak pertama

Demi mengejar ketertinggalan, Madrid langsung melakukan permainan cepat di awal babak kedua. Menit 53, sundulan Ramos mampu menjebol gawang Barca. Tapi sayangnya dianulir wasit karena dianggap terlebih dahulu melakukan pelanggaran.

Strategi Mourinho yang memasukkan Karim Benzema menggantikan Gonzalo Higuain membuahkan hasil. Kehadiran Benzema membuat serangan Madrid lebih tajam.

Madrid akhirnya mengejar ketertinggalan di menit 68 lewat aksi Cristiano Ronaldo yang memanfaatkan sodoran Mesut Oezil. Pemain Portugal itu mampu mengecoh Pinto dan menceploskan bola ke gawang. 2-1 untuk Madrid

Empat menit berselang, publik Catalan terhenyak kala Los Blancos mampu menyamakan kedudukan. Gol kedua Madrid dicetak oleh pemain pengganti, Karim Benzema yang sukses mengecoh Carlos Puyol di kotak penalti. Skor 2-2 untuk kedua tim.

Benzema nyaris membawa Madrid unggul di menit 77. Namun sayangnya aksi pemain Perancis itu mampu dihalau Carlos Puyol.

Perjuangan Madrid yang berupaya memetik kemenangan terganggu oleh diusirnya Sergio Ramos yang dinilai melakukan pelanggaran terhadap Bosquet. Alhasil Wasit mengganjar kartu kuning kedua kepada pemain internasional Spanyol itu.

Hingga laga berakhir, kedudukan tidak berubah 2-2. Dengan hasil ini Barca berhak lolos ke babak semifinal. Karena di leg pertama, skuad Pep Guardiola mampu memetik kemenangan 2-1.  Barca akan menghadapi pemenang dari laga antara Levante dan valencia yang akan berlangsung Jumat besok.

Susunan Pemain

Barcelona: José Manuel Pinto; Eric Abidal, Carles Puyol, Dani Alves, Gerard Piqué; Xavi, Andrés Iniesta (Pedro, 30'), Cesc Fábregas (Thiago, 70'), Lionel Messi, Sergio Busquets; Alexis Sanchez (Javier Mascherano, 79')

Real Madrid: Iker Casillas; Pepe, Sergio Ramos, Álvaro Arbeloa, Fabio Coentrao; Xabi Alonso, Kaká (Jose Callejon, 61'), Cristiano Ronaldo, Lassana Diarra (Esteban Granero, 52'), Mesut Ozil; Gonzalo Higuaín (Karim Benzema, 61')

Sumber : vivanews.com

Copa del Rey 2011-2012: Barcelona vs Real Madrid

Laga panas akan kembali hadir tengah pekan ini saat tuan rumah Barcelona menghadapi musuh bebuyutannya Real Madrid dalam laga "El Clasico" di babak perempatfinal leg 2 Copa del Rey 2011-2012 di Stadion Camp Nou, Kamis (26/1) dinihari WIB.

Dalam pertemuan terakhirnya di leg 1, El Barca berhasil mempencundangi anak asuh Jose Mourinho dengan skor tipis 1-2. Kemenangan wajib dipetik El Real di fase knock-out ini minimal dengan selisih 2 gol jika ingin mempertahankan Piala yang direbutnya tahun lalu itu. Sedangkan armada Pep Guardiola hanya butuh hasil imbang saja untuk melaju ke semifinal. Bahkan, kalah 0-1 pun tak akan menghentikan langkah mereka

Tapi, dengan kekuatan yang dimiliki Madrid, terlalu beresiko jika Barca memilih bermain aman. Mereka pun tetap akan berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik dan memburu kemenangan Namun, Camp Nou bukanlah tempat yang bersahabat buat tim manapun termasuk sang lawan. Pada musim ini, belum ada satupun klub yang mampu mengalahkan Azulgrana di kandang. Tim asuhan Pep Guardiola menang sembilan kali dari sepuluh laga kandang La Liga sejauh ini termasuk di Copa del Rey.

Dari 25 kali pertemuan di Copa del Rey, Madrid masih dibawah Barca. Los Merengues baru mengecap 10 kemenangan, sementara Barca sudah 15 dengan 61 gol. Los Blancos mengeranjangkan 57 gol. Dan, lima laga lainnya berakhir imbang.

Barcelona dipastikan akan memainkan skuad terbaiknya untuk menghadapi laga krusial ini. Sancez dan Messi tetap menjadi tumpuan Barca di lini depan yang didukung oleh Xavi dan Iniesta di lapangan tengah. Di lini belakang, Puyol dan Abidal yang merupakan pencetak dua gol di kandang Madrid lalu dipastikan akan bermain kali ini.

Sementara itu, dari kubu Madrid sendiri juga akan menurunkan para pemain terbaiknya. Namun, tertinggal satu gol membuat psikologis tim yang bermarkas di Estadio Bernabeu akan sedikit tertekan, Selain itu secara mental skuad Madrid juga terganggu dengan adanya isu merenggangnya hubungan Jose Mourinho dengan sejumlah pemain.

Sudah dipastikan duel ini akan berjalan cukup sengit dan menarik, Barcelona yang diuntungkan dengan dukungan penuh publik Camp Nou pastinya punya peluang lebih besar untuk memenangi laga ini. Selain itu permainan keras yang kerap diperagakan para pemain belakang Real bisa jadi akan menjadi bumerang untuk mereka sendiri.

Head To Head 5 Pertandingan Terakhir
19-01-2012 Real Madrid 1-2 Barcelona
11-12-2011 Real Madrid 1-3 Barcelona
18-07-2011 Barcelona 3-1 Real Madrid
15-07-2011 Real Madrid 2-2 Barcelona
04-05-2011 Barcelona 1-1 Real Madrid

Prediksi Susunan Pemain
Barcelona: V.Valdes, Puyol, Pique, Abidal, Alves, Busquet, Xavi, Iniesta, Fabregas, Alexis, Messi

Real Madrid: Casillas, Carvalho, Ramos, Arbeloa, Marcelo, Ozil, Diara, Alonso, Ronaldo, Higuain, Benzema

Prediksi berita-langit.blogspot.com: Barcelona 51%-49% Real Madrid

Summber : ghiboo.com

Sunday, November 20, 2011

Duel Patrich Wanggai versus Bakhtiar Baddrol

Duel Patrich Wanggai versus Bakhtiar Baddrol akan mewarnai laga final cabang sepakbola SEA Games 2011 antara Indonesia lawan Malaysia. Keduanya sama-sama menjadi mesin gol andalan timnya saat bertemu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (21/11) malam nanti.

Sejatinya, Patrich dan Baddrol memiliki tipe permainan yang berbeda. Patrich lebih bertindak sebagai penyerang murni. Sedangkan Baddrol berperan sebagai penyerang lubang sekaligus motor serangan Malaysia.

Baddrol dan Patrich juga memiliki perbedaan dari segi jam terbang. Baddrol terbilang veteran karena dia merupakan bagian dari tim Malaysia yang sukses merebut medali emas SEA games 2009 Laos.

Baddrol pun telah menyandang predikat sebagai penyerang tim nasional yang telah membukukan tiga gol dari 11 caps tim senior. Jam terbang ini ditambah statusnya sebagai penyerang papan atas Liga Utama Malaysia bersama Kedah FA. Total Baddrol mencatatkan 23 gol dari 68 penampilan bersama tim peringkat empat Malaysia Super League tersebut.

Catatan ini berbanding terbalik dengan Patrich yang memiliki status sebagai debutan di SEA Games. Nama Patrich pun baru dikenal oleh jagad sepakbola nasional setelah sukses mengantarkan Persidafon Dafonsoro promosi ke kasta tertinggi liga Indonesia pada pertengahan tahun ini.  

Walau berbeda peranan dan jam terbang, Baddrol dan Patrich memiliki persamaan dari segi fungsi yakni sebagai mesin gol tim. Baddrol dan Patrich menjadi pencetak gol terbaik bagi timnya. Baddrol dengan lesatan tiga gol, sedangkan Patrich sudah lima kali merobek jala empat lawan Garuda Muda.

sumber : Republika.co.id

Tuesday, July 26, 2011

Ini Tendangan Penalti Terunik di Dunia (Video)

Aksi Awana membuat para pemain UEA langsung tersenyum. Namun, beberapa pemain Libanon terlihat geram dengan kelakuan Awana. Pemain-pemain Libanon menganggap Awana tidak menghargai mereka dengan mencetak gol back-heel penalty.
Tak hanya Libanon yang kesal, petinggi sepak bola UEA, Esmaeel Rashed juga tidak senang dengan cara Awana mencetak gol. Alasannya pun sama yaitu tak menghargai lawan

"Ini (gol penalti dengan tumit, Red ) harusnya tidak perlu terjadi. Saya pikir itu tidak menunjukkan rasa menghormati. Kami tidak bisa menerima pemain yang tidak menghargai lawannya," ujar Rashed.

Pernyataan Rashed juga diikuti pelatih UEA, Srecko Katanec. "Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Ini jelas tidak menghargai lawan. Saya tidak senang. Reaksi saya normal. Saya akan mengeluarkannya," jelas Katanec.




Tuesday, July 12, 2011

Satu Gol Loloskan Uruguay ke Perempat Final

Uruguay akhirnya bisa bernafas lega setelah sukses mengantongi tiket perempat final Copa America 2011. Uruguay lolos setelah mengalahkan Meksiko dalam penyisihan Grup C dengan skor tipis 1-0.

Uruguay lolos setelah menjadi runner up Grup C dengan mengoleksi lima poin. Sedangkan Meksiko harus angkat koper dari Copa America setelah menjadi penghuni dasar grup. Uruguay akan menemani Chile yang sudah lolos ke perempat final terlebih dahulu setelah menempati puncak Grup C dengan mengoleksi tujuh poin.

Kemenangan ini adalah kemenangan pertama Uruguay di penyisihan Grup C. Dalam dua laga sebelumnya Uruguay selalu memetik hasil imbang 1-1 saat lawan Peru dan Chile.

Bermain di Stadion Ciudad de La Plata, Rabu, 13 Juli 2011, Uruguay yang sejak awal mengejar tiga poin tampil ngotot sepanjang 45 menit pertama. Pasukan Oscar Tabarez tanpa ampun terus menggempur pertahanan lini belakang Meksiko.

Gol Uruguay baru terjadi pada menit ke-15. Gol dicetak oleh Álvaro Pereira.

Unggul 1-0 belum membuat Uruguay mengendorkan serangan. Dua strikernya Diego Martín Forlán dan Luis Suárez beberapa kali mengancam gawang Uruguay. Namun, tendangannya belum mampu merobek gawang Luis Michel. Hingga turun minum, tidak ada gol lagi yang tercipta.

Memasuki babak kedua, Uruguay juga masih tampil agresif. Namun, lagi-lagi tendangan Forlan dan Suarez di pertengahan babak kedua juga masih melenceng jauh dari gawang Meksiko.

Pada menit ke-79, Meksiko nyaris membuyarkan mimpi Uruguay untuk lolos ke perempat final setelah gawang Uruguay dijebol Rafael Márquez Lugo. Beruntung, hakim garis jeli dan melihat Lugo dalam posisi off side.

Hingga laga berakhir, Uruguay mampu mengamankan kemenangan dengan skor tipis 1-0. Di perempat final, Uruguay akan bertemu Argentina pada 16 Juli di Santa Fe. Kedua negara ini punya koleksi masing-masing 14 gelar juara Copa.

Susunan pemain

Uruguay: Néstor Fernando Muslera, Álvaro Pereira, Diego Lugano, Victor Maximiliano Pereira, Sebastian Coates, Cristian Gabriel Rodríguez (Sebastián Eguren Vazquez 83'), Diego Pérez, Alvaro González (Nicolás Lodeiro 68'), Egidio Arévalo, Diego Martín Forlán (Sebastián Abreu 89'), Luis Suárez.

Meksiko: Luis Michel, Paul Aguilar (Javier Aquino Carmona 45'), Darvin Francisco Chávez, Hiram Ricardo Mier Alanís, Héctor Reynoso López, Jorge Enriquez Garcia, Miguel Ponce (Edgar Iván Pacheco Rodríguez 70'), Diego Reyes Rosales, Néstor Alejandro Araujo Razo, Giovani Dos Santos (Oribe Peralta Morones 45'), Rafael Márquez Lugo.

Sumber : VivaNews.com