Showing posts with label SEPAKBOLA EROPA. Show all posts
Showing posts with label SEPAKBOLA EROPA. Show all posts

Monday, March 26, 2012

INTER PULANG DENGAN KEPALA TERTUNDUK

Del Piero
Juventus berhasil menjaga jarak dengan pimpinan klasmen Serie A, AC Milan, setelah mengalahkan Inter Milan dengan skor 2-0. Bermain dikandang sendiri, Juventus Stadium, tidak membuat Juventus bisa meraih kemenangan dengan mudah. Babak pertama pertandingan, Juventus dan Inter Milan masih harus membagi skor 0-0.

Di babak pertama, Inter Milan lebih mendominasi permainan. Ini terlihat dari banyaknya peluang untuk mencetak gol yang di dapat oleh Javier Zanetti, dkk. Namun semuanya gagal berkat penampilan fantastis Buffon dibawah mistar gawang Juventus.

Di babak kedua, anak asuh Conte tampil lebih efektif hingga mereka berhasil meraih kemenangan berkat gol dari Martin Caceres dan Alessandro Del Piero.

Kekalahan atas Juventus membuat Inter Milan kini duduk di posisi delapan klasemen sementara dengan poin 41 dan harus terlempar dari zona Liga Champions.

Pelatih Inter Milan, Ranieri, begitu menyesali atas hasil yang didapat oleh timnya. "Ini hasil yang pahit, karena kami menahan Juventus dengan sangat baik, yang pantas berada di atas (klasemen) sana. Kami sudah mempelajari pertandingan ini dan melakukannya dengan sangat baik, sampai akhirnya Caceres bikin gol. Setelahnya Juventus menegaskan keunggulannya dengan punya setidaknya tiga kesempatan bikin gol," kata Ranieri.

Susunan Pemain

Juventus: Buffon; Caceres, Barzagli, Chiellini, De Ceglie; Vidal, Pirlo, Marchisio; Pepe (Bonucci 53), Matri (Del Piero 53), Vucinic (Quagliarella 74)

Inter Milan: Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel, Nagatomo; Zanetti, Stankovic, Poli (Pazzini 68), Obi (Faraoni 68); Forlan, Milito

Sunday, March 25, 2012

MARADONA INGIN SAKSIKAN FINAL COPPA ITALIA

Kecintaan Maradona terhadap Napoli sudah tidak di ragukan lagi. Ia membela klub ini selama 7 musim (1984-1991). Kini Maradona ingin kembali ke Napoli, bukan sebagai pelatih atau pemain namun Maradona ingin menyaksikan final Coppa Italia antara Napoli vs Juventus yang akan digelar tanggal 20 Mei di stadion Olimpico, Roma.

Namun keinginan Maradona tersebut mendapat hambatan karena saat ini Maradona mendapat cekalan dari pemerintah Italia untuk tidak bisa mengunjungi Italia. Cekalan ini karena pemerintah Italia menganggap kalau Maradona menunggak pajak sebesar 38 juta Euro.

Maradona yang kini melatih salah satu klub di Uni Emirat Arab, Al Wasl sudah berulang kali menegaskan kalau dirinya tidak bersalah dan mengungkapkan keinginannya untuk menyelesaikan kasus ini. Dengan begitu Maradona berharap bisa segera kembali mengunjungi kota Naples yang dicintainya.

Maradona sendiri pernah membawa Napoli meraih Scudetto sebanyak dua kali yaitu pada tahun 1987 dan tahun 1990. Scudetto tahun 1987 adalah Scudetto pertama Napoli sepanjang sejarah. Total gelar yang Maradona persembahkan saat membela Napoli adalah sebanyak 5 gelar diantaranya 2 Scudetto (1987 dan 1990), Coppa Italia (1987), Super Coppa Italia (1990), Piala UEFA (1989). Setelah kepergian Maradona, hingga kini Napoli tidak pernah lagi meraih Scudetto.

Friday, March 2, 2012

REAL MADRID KONTRAK ANAK USIA 7 TAHUN

Klub terkaya di dunia tahun 2012, Real Madrid, resmi mengontrak bocah Argentina usia 7 tahun, Leonel Angel Coira. Leonel telah menandatangani kontrak selama satu tahun dengan Real Madrid dan selanjutnya kontrak tersebut dapat diperbaharui. Leonal akan mendapat ongkos transpor namun tidak menerima gaji dan dia bisa bermain di tim utama Real Madrid saat ia sudah berusia 16 tahun. Bocah kelahiran 29 Maret 2004 tersebut diyakini akan menjadi 'The Next Lionel Messi'.

Leonel Angel Coira, adalah seorang bocah Argentina yang sudah menetap di Spanyol sejak tiga tahun silam. ”Dia akan memulai latihan dengan tim anak-anak Real Madrid pada 6 September mendatang,” ujar Juru Bicara Real Madrid, Juan Tapiador kepada AFP.

Leonel Angel Coira yang mengidolakan Lionel Messi, berharap suatu saat nanti bisa menjadi pemain utama dalam skuad inti Real Madrid dan bisa bertemu dengan Messi. "Mimpi saya adalah bertemu dengan Messi, bermain dalam divisi utama dengan Madrid dan untuk Argentina dalam Piala Dunia," kata Leonel kepada surat kabar Spanyol, ABC.

Ayah Leonal, Miguel, adalah adalah seorang pelatih di tim kecil di pinggiran kota Madrid. Menurut Miguel, bakat Leonal sudah terlihat sejak ia kecil. "Leonal juga mempunyai kakak yang saat ini bermain di tim yunior Valladolid," kata Miguel.

Tuesday, January 17, 2012

GELANDANG PENGUMPAN TERBAIK DI EROPA

Leon James Britton
Predikat pengumpan terakurat di Eropa saat ini justru jadi milik gelandang asal Inggris milik Swansea City yaitu Leon James Britton.


Pemain berjuluk The Little, dari posturnya yang bertinggi 165 sentimeter, merupakan pemain paling akurat dalam memberikan umpan di Eropa. Dilansir Telegraph, Britton melepaskan total 1127 umpan pada musim ini dan 93,3 persen di antaranya tepat sasaran. Jumlah ini menempatkan pemain berusia 29 tahun ini sebagai pengumpan paling akurat di liga-liga top Eropa.


Britton, 29 tahun, merupakan dua pemain Swansea yang berada di 10 tingkat elite gelandang di Eropa untuk urusan keakuratan umpan. Satu lainnya yakni Allen yang baru berusia 21 tahun. Gelandang alumnus akademi sepakbola Arsenal ini juga tercatat menjadi satu dari sedikit pemain yang mampu mencatatkan 100 persen passing akurat dalam sebuah pertandingan, ketika Swansea melibas Bolton Wanderers 3-0, Oktober lalu.


Hebatnya Swansea, klub ini tak hanya memasukkan nama Britton saja dalam data statistik ini, pemain The Swans lainnya, Joe Allen menempati posisi keenam dengan akurasi umpan 90.3 persen dari 1075 operannya.


Sebuah catatan mengesankan. Pasalnya hanya sembilan pemain yang mampu mencatat prestasi umpan tanpa cela di sebuah pertandingan dalam enam tahun terakhir. Namun delapan pemain lain itu, selain Britton, semuanya berposisi pemain bertahan yang biasanya memberikan bola ke sesama rekan di barisan belakang.


The Swans saat ini menempati peringkat keenam daftar klub dengan umpan paling akurat di Eropa dengan akurasi 85,2 persen. Mereka cuma kalah dari Barca (89,2 persen), Bayern Munich (87 persen), Manchester City (86,2 persen), Real Madrid (85,5 persen), dan Chelsea (85,5 persen). Pasukan Brendan Rodgers masih lebih baik dibandingkan AC Milan, AS Roma, Tottenham Hotspur, dan Arsenal.


Itulah mengapa tak heran The Swans, julukan Swansea, mampu mengalahkan Arsenal 3-2 akhir pekan lalu. Filosofi menyerang yang diracik manajer Brendan Rodgers juga tak bisa dikesampingkan. Manajer yang pernah diminta bantuannya oleh Jose Mourinho menangani tim reserve Chelsea itu mampu membawa Swansea saat ini menempati posisi ke-10 di musim debut Liga Premier.


Di peringkat kedua barulah ada nama Xavi, dia memiliki level akurasi umpan 93 persen dari 1830 operan yang dilepaskan.


Berikut data statistik urutan pengumpan terbaik klub-klub Eropa :


Statistik Umpan

Saturday, December 10, 2011

EL CLASICO EDISI 216

El Clasico
El Clasico edisi 216 (11/12/2011) yang berlangsung di markas Real Madrid akhirnya di menangkan oleh Barcelona dengan skor 3-1 untuk Barcelona.

Real Madrid sempat unggul lebih dulu berkat gol cepat Karim Benzema di detik 22, gol ini juga menjadi kenangan manis dalam El Clasico buat pemain asal Prancis yang berjuluk Benzinho karena gol tersebut resmi sebagai gol tercepat sepanjang sejarah El Clasico.

Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama, Barcelona mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Hasil imbang ini bertahan hingga turun minum. Tapi petaka justru terjadi di babak kedua, pada menit 53, tim tamu berbalik unggul lewat gol bunuh diri Marcelo. Barcelona kembali memperbesar kedudukan menjadi 3-1 pada menit 66 lewat gol Cesc Fabregas. Hasil inilah yang bertahan hingga menit akhir.

Berikut adalah beberapa partai El Clasico yang memiliki makna penting dalam rivalitas kedua tim :
  • Copa del Generalisimo semi-final, 1942-1943
Real Madrid 11-1 Barcelona
Ini adalah kemenangan terbesar Madrid atas Barcelona, namun juga masih dipenuhi kisah kontroversial yang menyeruak darinya. Barcelona sudah memenangi leg pertama dengan skor 3-0 di kandang mereka kala itu, Les Corts, dan muncul sentimen di Madrid jika publik tuan rumah terlalu kuat menunjukkan rasa kebanggaan mereka atas tanah Catalan dengan sambutan panas pada tim tamu. Kala itu tensi memang begitu panas sehingga laga kedua tim kerap dijadikan sebagai simbol perang saudara di Spanyol.
Dan penguasa Spanyol kala itu, Jenderal Franco dikabarkan amat gusar dengan penampilan klub asal ibukota itu dan memerintahkan menteri pertahanan kala itu untuk mengeluarkan 'peringatan' pada para pemain Barca jelang leg kedua di Madrid. Dan meski hal tersebut kemudian dibantah oleh dua penggawa Barca yang bermain kala itu, Domenec Balmanya dan Josep Escola, namun Barca bukanlah tim yang sama di pertandingan leg kedua. Madrid membuka keunggulan di menit kelima dan terus menggila sebelum tim tamu mencetak gol hiburan di menit 89. Madrid melaju ke final dengan agregat 11-4, namun di partai puncak mereka tumbang dari Athletic Bilbao 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.
  • La Liga, 1953-1954
Real Madrid 5-0 Barcelona
Di awal musim 1953-1954, Real Madrid sudah melalui dua dekade tanpa tambahan trofi dari dua gelar juara liga mereka, namun kedatangan Alfredo di Stefano yang kontroversial sebulan sebelumnya, segalanya pun berubah.
Tanggal 25 Oktober, dalam laga pertamanya lawan Barcelona - tim yang sudah memenangi empat gelar liga dalam enam musim sebelumnya, Di Stefano menjadi bintang dalam kemenangan 5-0 tersebut. Ia membuka skor dari jarak dekat di menit kelima, sebelum mengkreasikan dua gol cepat Roque Olsen, dan digenapi menjadi 4-0 oleh gol Luis Molowny sebelum jeda. Di Stefano menambah satu gol lagi lima menit jelang bubaran, dan Madrid pun kemudian melahirkan salah satu generasi terbaik mereka.
Harian ABC melabeli laga tersebut sebagai 'pukulan telak untuk prestise Barcelona' dan raksasa Catalan itu berusaha membalas dendam di kandang mereka, Les Corts Stadium. Mereka sukses melakukannya dengan memukul Madrid 5-1di mana gol balasan tim tamu kembali dilesakkan Di Stefano, yang di musim itu finis sebagai top skorer liga dengan 29 gol. Namun yang lebih istimewa, Madrid akhirnya finis di puncak klasemen untuk mengakhiri penantian panjang mereka akan sukses.
  • Putaran pertama Piala Eropa, 1960-1961
Real Madrid 2-2 Barcelona
Barcelona 2-1 Real Madrid
Saat Piala Eropa mulai dihidupkan di musim 1955-1956, Madrid terus menjadi raja yang tak tergoyahkan selama separuh dekade. Di jalan menuju kesuksesan kelima mereka pada tahun 1960, mereka menghancurkan Barca dengan agregat 6-2 di semifinal. Namun di putaran pertama musim 1960-1961, Barca menuntaskan dendamnya dengan menghempaskan dominasi sang rival dengan agregat 4-3.
Barcelona saat itu memilih pindah kandang ke Camp Nou dengan biaya hampir 1.750.000 pound, langkah yang membuat mereka terperangkap utang sebesar 1 juta pound, dan berharap pada para pemainnya untuk memastikan perjudian itu terbayar. Kekalahan Barca 6-2 atas Madrid berbuntut pada pergantian pelatih dari Helenio Herrera kepada mantan pelatih Juventus dan PSV Eindhoven,Ljubisa Brocic di bulan Juni 1960.
Di pertemuan pertama kontra Madrid, Barca sudah tertinggal saat laga belum genap dua menit lewat gol Enrique Mateos, namun Luis Suarez menyamakan kedudukan di menit 27. Francisco Gento mengembalikan keunggulan Madrid, namun dua menit jelang usai, wasit asal Inggris menghadiahkan penalti kontroversial yang disempurnakan oleh Suarez untuk mengakhiri laga dengan skor 2-2.
Barca menjadi favorit pada laga leg kedua yang disaksikan 125.000 fans, dan mereka lebih beruntung dari Madrid yang sejatinya tampil lebih superior. Wasit Inggris, Reg Leafe membatalkan tiga gol tamu karena offside, dan juga mengancam akan mengusir gelandang Madrid, Luis del Sol jika protes mereka tak mereda. Barca unggul lewat tembakan Ramon Alberto Villaverde yang membelok masuk gawang 10 menit sebelum jeda, sebelum digandakan Evaristodi menit 81. Gelombang serangan Madrid hanya berbuah satu gol Canario empat menit sebelum laga usai, dan presiden Madrid Santiago Bernabeu pun menyematkan sindiran pada wasit sebagai 'pemain terbaik Barca'. Barca mendapatkan keuntungan finansial dari keberhasilan mereka tersebut, dan melaju ke final sebelum ditaklukkan Benfica.
  • La Liga, 1973-1974
Real Madrid 0-5 Barcelona
Untuk beberapa saat, laga antara Madrid versus Barca menjadi pertemuan yang ketat. Sejak 1966 ke depan, hanya satu pertemuan di semua ajang yang ditentukan oleh lebih dari satu gol - kemenangan Madrid 2-0 di final Copa Del Rey 1969-1970. Namun semuanya berubah di bulan Februari 1974 ketika pria Belanda bernama Johan Cruyff yang melakoni debutnya bersama Barcelona, namun sudah mengobrak-abrik kandang Madrid.
Pemain asal Belanda itu memberikan 3 assist dan juga satu gol solo indah yang membawa Barca menjaga keunggulan sembilan poin di puncak klasemen, sementara Madrid harus turun ke posisi kesembilan. Barcelona akhirnya memenangi gelar juara mereka tahun itu, atau yang pertama sejak 1960.
Madrid akhirnya memang membalas kekalahan memalukan itu dengan skor 4-0 di final Copa Del Rey pada bulan Juni, namun Barca harus bermain penuh keterbatasan karena aturan kala itu mencegah pemain asing ikut ambil bagian dalam turnamen. Namun demikian, Cruyff sendiri harus memperkuat timnas Belanda di Piala Dunia 1974, sementara pelatih Rinus Michels yang merangkap pelatih Belanda, juga harus melakukan penerbangan bolak-balik dari Jerman Barat ke Catalan untuk menyeimbangkan tanggung jawabnya.
  • La Liga, 1993-1994
Barcelona 5-0 Real Madrid
Januari 1994, Barcelona mencatat kemenangan terbesar mereka atas Real Madrid di Camp Nou sejak musim 1944-1945. Romario membukukan hat-trick, ditambah dengan tendangan bebas Ronald Koeman serta gol di menit akhir dari Ivan Iglesias untuk kemenangan pasukan Johan Cruyff.
Real Madrid sendiri melakoni start terburuk mereka selama 40 tahun, dan memberikan tekanan pada pelatih Benito Floro, yang sebelumnya sudah mendapat jaminan kepercayaan dari Madrid. Pemecatan Floro pun sulit dilakukan karena saat itu Madrid memiliki utang sebesar 25 juta pound. Namun setelah kekalahan 2-1 atas Lerida di bulan Maret, ditambah Madrid berhasil mengumpulkan dana yang cukup, maka mereka pun tak ragu mendepak Floro - pemecatan pelatih keenam mereka dalam dekade baru, dan digantikan olehVicente Del Bosque sebagai pelatih caretaker.
  • La Liga, 1994-1995
Real Madrid 5-0 Barcelona
Hampir setahun setelah dilibas di Camp Nou, Real Madrid akhirnya bisa membalas sang rival di Bernabeu. Meski Los Blancos tak menambah koleksi 25 gelar juara mereka sejak 1990, penunjukan Jorge Valdano sebagai pelatih memunculkan optimisme. Mereka pun menuju status sebagai jawara paruh musim ketika mereka menumpas sang rival yang juga juara bertahan dengan skor 5-0.
Ivan Zamorano menjadi inspirasi Madrid ketika penyerang asal Chile itu mencetak hat-trick di babak pertama, sebelum penyerang Barca Hristo Stoichkov membantu tuan rumah dengan kartu merah yang ia terima akibat menginjak Quique Flores di akhir babak pertama. Luis Enrique memperbesar keunggulan Madrid di menit 68, sebelum Zamorano memberikan assist untuk golJose Amavisca dua menit kemudian.
Untuk Michael Laudrup, kemenangan itu cukup bermakna: ia tampil untuk Barca dalam kemenangan 5-0 mereka, sebelum dijual ke Madrid akibat berselisih dengan Johan Cruyff, dan membela Madrid dalam kemenangan dengan skor yang sama. Sementara Romario, yang tak menunjukkan komitmen besar musim itu dan membuat gusar Cruyff, dilepas ke Flamengo beberap hari usai kekalahan tersebut. Madrid akhirnya memenangi gelar ke-26 mereka musim itu, dan di akhir musim Laudrup hengkang dengan medali La Liga beruntun kelimanya.
  • Semifinal Liga Champions, 2001-2002
Barcelona 0-2 Real Madrid
Real Madrid 1-1 Barcelona
Laga ini dilabeli media Spanyol sebagai 'Duel Abad Ini' dan diperkirakan menarik perhatian sekitar 500 juta pemirsa global. Namun pertandingan tampak sudah usia setelah leg pertama. Tanpa kehadiran dua pilarnya, Xavi dan Rivaldo, Barca dipaksa menyerah oleh gol Zinedine Zidane sembilan menit memasuki babak kedua dan digenapkan oleh Steve McManaman di injury time babak kedua.
Madrid yang berusaha meraih gelar kesembilan mereka di Eropa sudah menapakkan satu kaki mereka pada final di Hampden Park, sebelum drama besar terjadi di Bernabeu ketika bom mobil dari kelompok separatis meledak dekat stadion empat jam sebelum kickoff leg kedua, meruntuhkan sebagian atap di ruang trofi. 16 orang cedera dan sempat muncul pembicaraan jika laga bakal dihentikan, sebelum akhirnya diputuskan untuk tetap berjalan.
Dan dalam pertandingan tendangan jarak jauh Raul memperlebar keunggulan Madrid di babak pertama, dan meski Ivan Helguera membuat gol bunuh diri sesaat usai turun minum, Barca tak mampu membalas dan tumbang lewat agregat 3-1.
  • La Liga, 2002-2003
Barcelona 0-0 Real Madrid
Meski tak menghasilkan satu gol pun, pertemuan kedua tim pada bulan November di Camp Nou itu akan selalu jadi pertandingan paling dikenang, karena inilah laga di mana Luis Figo dilempar kepala babi karena memutuskan menyeberang dari Barcelona ke Madrid. Kepala babi itu bukan satu-satunya objek yang dilemparkan oleh sekitar 98.000 fans tuan rumah karena Figo seolah 'memprovokasi' dengan tak terburu-buru mengambil tendangan sudut di depan bekas pendukung setianya. Laga pun bahkan sempat dihentikan di menit 75.
"Ini merupakan hal yang memalukan untuk sepak bola Spanyol. Ini semua sudah melewati batas-batas rivalitas," kecam direktur Madrid, Jorge Valdano kala itu.
  • La Liga, 2008-2009
Real Madrid 2-6 Barcelona
Jelang partai Clasico Desember 2008, pelatih Madrid, Bernd Schustermenggiring kepalanya sendiri dalam pemecatan ketika ia menyebut kemenangan di Camp Nou adalah hal yang mustahil. Ia kemudian memang didepak danJuande Ramos menggantikan perannya di bench Madrid, namun sang pelatih baru tak mampu mencegah Barcelona menang dengan skor 2-0. Barca membuka gap menjadi 12 poin dan menegaskan keyakinan Schuster.
Meski demikian, di bawah Ramos, Madrid menikmati kebangkitan yang luar biasa: mereka menang 17 kali dan meraih hasil imbang dalam 18 laga berikutnya, serta memangkas jarak menjadi empat poin saja jelang pertemuanClasico kedua di Bernabeu pada bulan Mei.
Saat Gonzalo Higuain membawa Madrid unggul di menit 14, misi yang tampaknya mustahil itu kian mendekati kenyataan, namun Thierry Henrykemudian menyamakan kedudukan empat menit berselang, dan setelah itu pertandingan sepenuhnya menjadi milik Barca. Carles Puyol membawa tim tamu unggul 2-1 di menit 20, Lionel Messi menambahkan gol ketiga di menit 36, dan meski Sergio Ramos sempat memperkecil ketinggalan tuan rumah menjadi 3-2 usai jeda, Henry mencetak gol keduanya untuk membawa Barca kembali menjauh, sebelum Messi dan Gerard Pique melengkapi kedigdayaan Barcelona.
  • La Liga, 2010-2011
Barcelona 5-0 Real Madrid
Barcelona telah memberikan banyak pelajaran sepak bola sejak pengangkatanPep Guardiola menjadi pelatih di tahun 2008, dan kemenangan pada partaiClasico November 2010 lalu mungkin akan dicatat sebagai pemuncak dari upaya mereka mencapai kesempurnaan.

EL CLASICO

El Clasico 2011
Beberapa jam ke depan, bola mania akan di suguhkan oleh pertandingan akbar di penghujung tahun 2011. Pertandingan Real Madrid vs Barcalona yang bertajuk El Clasico, bagi penggemar Madrid dan Barcelona, istilah El Clasico tentunya tidak asing bagi mereka. Pertandingan antara Barcelona melawan Real Madrid adalah salah satu pertandingan yang dinanti oleh bola mania di seluruh dunia. Selalu terjadi peristiwa-peristiwa dramatis sampai peristiwa menegangkan ketika kedua tim bertemu. Merujuk pada catatan yang ada di wikipedia, pertemuan kali ini (11/12/2011) adalah pertemuan edisi ke-246 (31 pertandingan persahabatan dan 215 pertandingan resmi), dimana Barcalona lebih banyak memenangkan pertandingan ini yaitu dengan 102 kemenangan sedangkan Real Madrid hanya meraih 90 kemenangan.

SEJARAH EL CLASICO

Dari awal bergulirnya kompetisi Spanyol, rivalitas Madrid dan Barcelona terbentuk dengan sendirinya. Kedua tim sama-sama mewakilkan Castile dan Catalonia, dua wilayah yang memang memiliki unsur kuat dalam sepakbola.


Kadar rivalitas ini semakin melebar ke semua skala kultur, sosiologi, dan politik yang memaksa kedua kubu selalu bertolak belakang. Madrid adalah pusat pemerintahan Spanyol dan rumah keluarga kerajaan. Seisi kota masuk ke dalam pemikiran sentralisme.


Sebaliknya, ide-ide yang terbentuk di era modern, merebak di region Katalunya, terutama Barcelona. Budaya fashion baru, bentuk pakaian, rumah mode, filosofi, dan seni masuk lewat Barcelona.


Semasa kepemimpinan Jenderal Francisco Franco, segala identitas kedaerahan dibatasi. Kemudian muncul oerang saudara pada era 1930-an. Seorang tokoh Barcelona Josep Sunyol, pengacara, jurnalis, politikus, yang juga menjadi Presiden Barca, diculik dan dibunuh tentara Franco.


Di sepakbola, Madrid dan Barca terlibat perebutan Alfredo Di Stefano, bintang Argentina yang pindah warga negara Spanyol. Madrid sukses mendapatkan Di Stefano, sekaligus sukses menyabet sederet gelar, pada tahun 50-an.


Nama-nama bintang seperti Bernd Schuster, Michael Laudrup, Luis Figo, Luis Enrique hingga Ronaldo, semuanya pernah merasakan tinggal di dua klub tersebut. Mereka merasakan kerasnya bermain di El Clasico. Figo pernah dilempar kepala babi dalam sebuah pertandingan, oleh pendukung Barcelona yang marah dengan keputusan Figo menyebrang ke Madrid dari Barcelona. Latar belakang panjang inilah yang menyebabkan laga El Clasico selalu panas, sengit dan keras.

Dalam Derby El Clasico, hanya beberapa pemain yang mampu mencatatkan rekor gol dengan jumlah 10 gol atau lebih, mereka adalah :


Alfredo di Stefano (Real Madrid-Argentina) : 18 gol
Raúl Gonzalez (Real Madrid-Spanyol) : 15 gol
César Rodríguez Álvarez (Barcelona-Spanyol) : 14 gol
Francisco Gento (Real Madrid-Spanyol) : 14 gol
Ferenc Puskás (Real Madrid-Hongaria) : 14 gol
Lionel Messi (Barcelona-Argentina) : 13 gol
Santillana (Real Madrid-Spanyol) : 12 gol
Hugo Sánchez (Real Madrid-Mexico) : 10 gol
Juan Gómez González (Real Madrid-Spanyol) : 10 gol


Berikut adalah kejadian-kejadian menarik yang menghiasi Derby El Clasico, diantaranya :


  • Dua “Lambaian Tangan” Michael Laudrup
Legenda Denmark ini menciptakan rekor unik dalam sejarah El Clasico. Ia menjadi satu-satunya pemain yang bisa merasakan nikmatnya pembantaian ketika berada di masing-masing klub. Laudrup lebih dahulu berada di Barcelona.
Ia menjadi saksi hidup pada 8 Januari 1994. Saat itu, tiga gol Romario, dan masing-masing satu dari Ronald Koeman plus Ivan Iglesias, membuat perbedaan besar antara tim impian Johan Cruyff (saat itu melatih Barcelona) atas Real Madrid. Ya, Barcelona unggul 0-5 di Bernabeu.
Namun, setahun kemudian, ketika Laudrup hijrah ke Los Blancos, kejadian pahit berubah haluan. Giliran Real Madrid yang mengandaskan Barcelona 5-0 pada 7 Januari 1995. Ivan Zamorano mencetak hattrick dan Luis Enrique plus Amavisca menambah skor yang membuat malam Barcelona begitu gelap gulita. Laudrup pun berhak melambaikan tangan sekali lagi untuk dua klub berbeda.
  • Pepe Reina Dikeroyok Madridista
Pepe Reina, kiper Liverpool, pernah merasakan ganasnya El Clasico. Ia adalah kiper cadangan Barcelona dalam laga Madrid vs Barca pada 18 Maret 2001. Reina tidak sibuk untuk menepis tendangan lawan karena ia cuma berada di pinggir lapangan.
Namun, ia justru sibuk menepis tonjokan seorang Madridista yang seolah ingin meluapkan kekesalan. Lumayan, Reina menerima tiga tonjokan dan aksi itu direkam televisi.
  • Johan Cruyff Datang, Barca Menggulung Madrid 5-0
1974 adalah tahun ajaib bagi Barcelona. Kedatangan maestro sepakbola Belanda ke Camp Nou menjadi berkah tersendiri. Sebelumnya, El Barca lebih dari satu dekade tak memenangkan liga. Namun, begitu Cruyff datang, Barcelona langsung menjuarai Primera Division di musim pertamanya.
Yang lebih sensasional, Cruyff juga mengantar Barcelona menggilas Madrid 0-5 pada 17 Februari 1974 di kandang lawan. Ia mencetak satu gol sementara gol lain dibuat oleh Asensi (2 gol), Juan Carlos, dan Sotil. Tak ayal lagi, ini adalah salah satu kemenangan tergemilang Barcelona sepanjang sejarah atas musuh bebuyutan yang lebih mendominasi gelar La Liga.
  • Samitier, Sang 'Pengkhianat' Paling Beruntung
Hanya sedikit pemain yang berpindah klub secara langsung dari Barcelona ke Real Madrid dan sebaliknya. Penggemar sepakbola era 1990-an tentu masih mengingat kasus Luis Enrique dan Luis Figo. Namun, pengkhianat paling beruntung dalam sejarah kedua klub adalah Josep Samitier.
Ia berpindah klub dari Barcelona yang sudah membesarkan namanya selama 14 tahun ke sang rival abadi, pada Januari 1933. Pengkhianatan Samitier untuk Barcelona semakin lengkap. Berseragam Los Blancos, ia dua kali bertemu dengan Barcelona.
Dari dua laga tadi, sialnya bagi Cules, Samitier selalu mencetak gol dan Madrid selalu menang. Samitier mengemas 2 gol untuk kemenangan Madrid 2-1 dan satu gol dalam pesta kemenangan 4-0 atas sang rival abadi pada laga berikutnya.
Pemain Barcelona yang pindah ke Real Madrid pertama kali adalah Alfonso Albeniz (1902). Sementara, yang berganti kostum dari Madrid ke Barcelona adalah Luciano Lizarraga pada tahun 1905.


  • Pertandingan Hari Jumat Karena Permintaan Polisi
Hingga kini, jarang sekali ada laga hari Jumat di La Liga. Namun, hal ini pernah terjadi pada 30 April 1976. Tak tanggung-tanggung, laga yang dimainkan adalah laga El Clasico. Pihak kepolisian meminta laga Real Madrid vs Barcelona saat itu digeser dari jadwal sebelumnya, Sabtu 1 Mei 1976 untuk lebih maju sehari. Alasannya, pihak keamanan takut pada kemungkinan El Clasico digunakan sebagai upaya “pemberontakan”.
Maklum, 1 Mei 1976 adalah Mayday pertama setelah kematian Jenderal Franco. Bukan tidak mungkin Cules yang “nakal” menggunakan laga El Clasico yang bertepatan dengan hari buruh sedunia untuk memberontak.
Laga itu sendiri, berakhir dengan kemenangan Barcelona 0-2. Sala satu gol dicetak oleh mantan pelatih Barcelona pada era 2000-an, Carles Rexach.
  • Aksi Colok Mata Untuk Vilanova Dari Mourinho
Tragedi paling unik terjadi pada Piala Super Spanyol awal musim ini. Madrid tertinggal 3-2 di Camp Nou oleh gol cantik Lionel Messi. Marcelo sepertinya ingin menerapkan doktrin Mourinho, timnya akan kalah dari Barcelona kalau bermain dengan 10 orang.
Karena hingga menit terakhir belum ada pemain Madrid yang diusir, Marcelo pun menebas kaki Cesc Fabregas. Ia keluar dan terjadilah kericuhan.
Konon David Villa mencemooh agama Mesut Ozil dengan menyebutnya teroris. Sementara, Jose Mourinho tak mau melewatkan kesempatan. Ia begitu gemas dengan Tito Vilanova, asisten Josep Guardiola, sehingga merasa perlu (hampir) mencolok matanya.
  • Barca memberi Guard of Honour Pada Madrid di musim 2007-2008
Ketika musuh bebuyutan diminta memberikan hormat kepada musuhnya jelas ibarat dipermalukan. Pada musim 2007-2008 itu terjadi untuk Barcelona, mereka dipaksa membuat barisan penghormatan menyambut punggawa-punggawa Los Blancos memasuki lapangan.
Guard of Honour sendiri adalah sebuah tradisi di Spanyol, jawara musim terakhir harus diberikan sebuah penghormatan untuk pembukaan musim baru pada periode berikutnya. Madrid akhirnya mempermalukan Barca lebih lanjut saat mereka menang 4-1 dan menyabet kembali gelar La Liga musim itu.
  • Hat-trick Wonderkid bernama Messi di musim 2006-2007
Pada musim 2006-2007 tidak bisa dibantah, bintang utama Barca masihlah Ronaldinho, si nomor 10 saat itu. Sihir pria Brasil itu begitu berkilau terang hingga akhirnya ada bocah latin lain lagi yang siap meneruskan sihir-sihirnya.
Messi muda saat itu sanggup mencetak hat-trick sensasional, momen yang diyakini membuat banyak pihak tersadar, bahwa bintang dunia berikutnya adalah bocah ini, hal yang akhirnya benar-benar terbukti kendati usianya saat ini baru 24 tahun.
  • Kepala Babi Untuk Figo
Luis Figo adalah salah satu pemain penting bagi Barcelona sebelum ia secara kontroversial 'berkhianat' ke Bernabeu. Pembelian dengan melibatkan uang besar, sekaligus mengawali proyek mega bintang yang saat itu dijalankan olehLos Galacticos.
Kemudian di musim itu, ketika si Portugal balik ke Nou Camp apa yang menyambutnya? Lemparan aneka ragam barang untuknya saat mengambil corner bagi Los Blancos, termasuk kepala babi yang terpenggal.
  • Gol tunggal Ronaldo untuk gelar tunggal Madrid 2010-2011
Memang benar Copa del Rey tak sebesar La Liga, namun kemenangan atas Barca jelas beda maknanya bagi Madrid. Karena selain merebut gelar di partai puncak. Ini juga merupakan kemenangan perdana Madrid atas pasukan Catalunya semenjak Guardiola melatih mereka di tahun 2008.
Trofi ini juga merupakan gelar perdana Si Putih bersama Real Madrid yang baru datang awal musim lalu, setelah merengkuh treble winners bersama Internazionale Milan di musim sebelumnya. Gol sundulan Ronaldo di extra timemenjadi penentu skor 1-0.
  • Ronaldinho mendapat Standing Ovation di Bernabeu
Dengan kentalnya permusuhan antara kedua kubu jelas tak banyak respek yang diberikan oleh keduanya. Namun Ronaldinho termasuk menjadi salah satu persona yang beruntung dalam sejarah Clasico.
Ia mendapatkan tepuk tangan tersebut setelah ia mencetak gol secara indah dari sisi kiri menaklukkan Casillas. Gol individual yang untuk sesaat membuat pendukung Madrid ramah kepada pemain Barca, padahal itu adalah momen langka.
  • Tuduhan teori konspirasi Mourinho untuk Barca
Setelah kalah di Liga Champions dengan skor 2-0, Mourinho menyebut bahwa Barcelona dan UEFA telah bersekongkol untuk menjatuhkan timnya. Dia menyebut empat nama wasit yang terlibat dengan 'keberuntungan' Barca. Hal yang akhirnya membuat The Special One dijatuhi skorsing UEFA di awal musim ini.
  • Alfredo di Stefano Bukukan Quat-trick ke gawang Barca
Di Stefano adalah seorang pemain tengah, saat itu sama-sama dinginkan oleh Barcelona dan juga Madrid, namun Los Blancos yang beruntung sanggup meminangnya. Meski itu semua melalui proses yang kontroversial.
Dia saat itu benar-benar mengubah peruntungan Real, dahaga gelar akhirnya terselesaikan begitu pemain Argentina ini datang ke Bernabeu, bahkan bisa disebut tahun keemasan. Dalam penampilannya yang pertama di El Clasico Di Stefano mencetak 4 gol dalam satu laga, dan langsung membuatnya menjadi pujaan Madridtistas
  • Gol Mahal Zlatan Ibrahimovic
Ketika Guardiola dan pasukannya meraih semua trofi pada musim 2008-2009 Real Madrid murka dengan mendatangkan muka-muka baru yang termasuk kelas atas di musim berikutnya. Dari mulai Benzema, Xabi Alonso, Ronaldo hingga Kaka didatangkan.
Barcelona meresponnya dengan melakukan pembelian mahal pula, yakni berupa Zlatan Ibrahimovic dari Inter Milan senilai 65 Juta US Dollar. Ketika Clasico dimainkan di musim itu laga berjalan ketat, perbedaan di laga ini disuguhkan oleh Ibra yang mencetak gol tunggal kemenangan pasukan Catalunya. Sekali lagi Madrid tersadar parade bintang-bintang belum sanggup menggoyang dominasi Barca.
Head to head 10 pertemuan terakhir Real Madrid dan Barcelona
18/08/11 - Piala Super Spanyol : Barcelona 3 - 2 Real Madrid
15/08/11 - Piala Super Spanyol : Real Madrid 2 - 2 Barcelona
04/05/11 - Semifinal Liga Champions : Barcelona 1 - 1 Real Madrid
28/04/11 - Semifinal Liga Champions : Real Madrid 0 - 2 Barcelona
21/04/11 - Final Copa Del Rey : Barcelona 0 - 1 (e) Real Madrid
17/04/11 - Liga Primera : Real Madrid 1 - 1 Barcelona
30/11/10 - Liga Primera : Barcelona 5 - 0 Real Madrid
11/04/10 - Liga Primera : Real Madrid 0 - 2 Barcelona
30/11/09 - Liga Primera : Barcelona 1 - 0 Real Madrid
03/05/09 - Liga Primera : Real Madrid 2 - 6 Barcelona

Tuesday, December 6, 2011

PEMAIN SEPAK BOLA YANG TIDAK PERNAH MENDAPAT HUKUMAN KARTU SELAMA KARIRNYA

Gary Lineker
Tentunya bola mania bertanya-tanya, siapakah pemain sepak bola yang tidak pernah mendapat kartu selama karirnya, baik itu kartu merah ataupun kartu kuning. Bola mania pastinya tidak asing dengan nama mantan pemain Barca yang satu ini, Gary Lineker. Dialah pemain sepak bola yang tidak pernah mendapat hukuman kartu selama karirnya di dunia sepak bola, Karena pencapaian tersebut, pada tahun 1990 dia mendapat penghargaan FIFA Fair Play Award.

Gary Lineker adalah pemain bola tahun 90-an yang berkebangsaan Inggris. Lineker lahir di Leicester, 30 November 1960. Dia pernah membela tim Leicester City F.C, Everton F.C, F.C. Barcelona, Tottenham Hotspur F.C dan Nagoya Grampus Eight. Nama panggilan akrab Lineker banyak, diantaranya Links, Winston, The Queen Mother of Football dan Linny.

Debut pertamanya sebagai pemain profesional adalah ketika dia bergabung dengan klub Leicester City (1978-1985). Kemudian kepindahannya ke Everton berbuah manis karena pada tahun pertama di klub ini, Gary Lineker langsung menjadi top skorer dengan 38 jumlah gol dalam 52 pertandingan.

Pada tahun berikutnya dipinang oleh klub raksasa Barcelona selama 3 tahun (1986-1989) dan berhasil meraih satu trofi Piala Winner.

Pada tahun 1989 memutuskan untuk kembali ke Liga Inggris dan bergabung dengan Tottenham Hotspur dan sempat menjadi top skor pada musim 1989-1990 dengan torehan 24 gol.

Pada tahun 1992 hengkang ke Jepang dengan klub Nagoya Grampus Eight dan mengakhiri karier sepakbola di usia yg masih bisa dibilang cukup muda pada tahun 1994.

Di Tim Nasional Inggris Lineker melakukan debutnya pada tahun 1984 melawan Skotlandia. Dan pada tahun 1986 membawa Inggris melaju hingga semifinal Piala Dunia dan berhasil menjadi Top Skor dengan 5 gol. Selama bergabung dengan Tim Three Lions, Lineker menjalani 80 pertandingan resmi dan membukukan 48 gol.

Berikut adalah perjalanan karir Gary Lineker di kancah Sepak Bola Eropa dan Dunia.

  • Tahun 1978-1985 Leicester City
Total penampilan : 194 kali
Total gol : 95 gol
  • Tahun 1985-1986 Everton FC
Total penampilan : 41 kali
Total gol : 30 gol
  • Tahun 1986-1989 Barcelona
Total penampilan : 103 kali
Total gol : 42 gol
  • Tahun 1989-1992 Tottenham Hotspur
Total penampilan : 105 kali
Total gol : 67 gol
  • Tahun 1992-1994 Nagoya Grampus Eight
Total penampilan : 23 kali
Total gol : 9 gol
  • Membela Tim Inggris sejak 1984-1992 
Total penampilan : 80 kali
Total gol : 48 gol
Selama 16 tahun berkarir di dunia sepakbola profesional Gary Lineker sudah menjalani lebih dari 560 pertandingan dan hebatnya dia sama sekali tidak pernah menerima hukuman kartu (baik kartu kuning maupun merah) dari wasit.

Thursday, December 1, 2011

FABIO CAPELLO TIDAK AKAN MELATIH INTER

Fabio Capello
Fabio Capello nampaknya tidak ingin melukai perasaan klub yang pernah dilatihnya, AC Milan. Pelatih yang kini membesut Timnas Inggris ini kembali menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah menerima pinangan Inter Milan, rival sekota Rossoneri.


Kecintaannya pada AC Milan menguatkan Fabio Capello untuk menolak kemungkinan adanya pinangan dalam bentuk apapun yang diajukan Inter.

Belakangan, nama Capello kerap dihunbung-hubungkan dengan klub yang sudah beberapa kali bongkar pasang pelatih dalam beberapa musim terakhir tersebut.
“Milan adalah tim saya, jadi saya tidak akan pernah mengatakan ‘ya’ kepada Moratti (presiden Inter),” tutur Capello.


Capello diketahui telah mengumumkan bahwa dirinya akan menanggalkan jabatannya di skuad Three Lions usai gelaran Euro 2012. Spekulasi seputar masa depan mantan pelatih Real Madrid, Milan dan Juventus ini ramai diperbincangkan. Salah satu spekulasi menyebut, Capello akan merapat ke Inter Milan untuk menggantikan posisi Claudio Ranieri.


Capello juga memberikan sedikit wejangan kepada pelatih Milan Massimiliano Allegri seputar peluang Milan mempertahankan gelar scudetto di musim ini. Diketahui, saat ini Milan tengah membuntuti pimpinan klasemen sementara Juventus dengan hanya berselisih dua poin.


“Allegri harus menggunakan kepalanya, mendengarkan masukan semua orang. Tapi, tentunya keputusan akhir ada di tangannya,” sambungnya.

CEDERA KONYOL PARA BINTANG SEPAKBOLA

  • Fernando Redondo
Fernando Redondo
Redondo lahir 06 Juli 1969 di Adrogué, Buenos Aires, sempat menjadi gelandang terbaik di eropa pd tahun 1999-2000, mengalami cedera lutut parah gara2 latihan dimesin treadmill sehingga membuat dia cedera selama 2,5 tahun.
  • Santiago Canizares
Santiago Canizares
Canizares lahir 18 Desember 1969 di Puertollano, Ciudad Real, salah satu kiper terbaik Spanyol di era 2000an, gagal dipanggil ke World Cup 2002 karena mengalami cedera tendon kaki yang disebabkan tersandung botol aftershave di rumahnya.
  • Paul Gascoigne
Paul Gascoigne
Gascoigne atau yg lebih akrab di panggil Gazza lahir 27 Mei 1967 in Dunston, Inggris. Merupakan salah satu gelandang jenius Inggris pada masanya, mengalami cedera patah kaki pada tahun 1994, ketika sedang sesi latihan bersama Lazio. Cedera konyol ini terjadi ketika Alessandro Nesta tidak sengaja mentekling Gazza dan langsung membuat Nesta tersedu-sedu air matanya karena menyesal.
  • Freddy Ljungberg
Freddy Ljungberg
Ljungberg lahir 16 April 1977 di Vittsjö, Swedia. Gelandang stylish arsenal ini mengalami cedera/gangguan pada bagian pinggulnya dan sering mendapat Migraine pada tahun 2005, setelah diselidiki oleh pihak medis team, ternyata hal ini disebabkan karena alergi dengan tinta Tattoo yg dia buat pada bagian perutnya.
Alessandro Nesta
Nesta lahir 19 Maret 1976 di Roma, Italia. Salah satu bek terbaik yang pernah dilahirkan Italia, pada tahun 2004-2005 mengalami cedera pada ruas jarinya yang disebabkan terlalu lama dan terlalu sering bermain Playstation, hal tersebut membuatnya harus melakukan operasi.

‎5 Tangan Pesepakbola dalam Piala Dunia yang paling dibenci

Dalam dunia sepak bola, “campur tangan” kaki dalam mencetak atau menggagalkan sebuah gol adalah kebenaran. Namun, jika pemain mencetak atau menggagalkan gol dengan tangannya menjadi kenyataan yang dibenci. Berikut 5 pemain paling dibenci lantaran campur tangannya dalam menggagalkan atau membuat sebuah gol.
  • Tangan Diego Maradona (Argentina)
Inggris vs Argentina, Perempatfinal Piala Dunia 1986
Diego Maradona
 Diego Armando Maradona menjadi public enemy penggila sepak bola di Inggris setelah gol “Tangan Tuhan” dilakukannya ke gawang Peter Shilton di perempatfinal Piala Dunia 1986 Meksiko. Perjalanan Argentina semakin sempurna dengan merebut Piala Dunia untuk kedua kalinya. Sementara bagi Inggris, kejahatan Maradona menjadikannya tersingkir sekaligus mengubur impian The Three Lions untuk merebut gelar untuk kali kedua. 
  • Tangan Thierry Henry (Prancis)
Irlandia vs Prancis, Play-off Piala Dunia 2010
Thierry Henry
 Mimpi Irlandia untuk berlaga di Piala Dunia 2010 harus terkubur akibat ulah kapten Prancis, Thierry Henry. Dua kali handball dilakukan Henry sebelum mengirimkan umpan pada William Gallas dan berujung gol. Gol tersebut membuat Irlandia tersingkir di babak play-off karena kalah 2-1. Walaupun sudah melayangkan permintaan maafnya, namun Henry tetap dianggap public enemy di seantero Irlandia. 
  • Tangan Luis Suarez (Uruguay)
Ghana vs Uruguay, perempatfinal Piala Dunia 2010
Luiz Suarez
Jika saja Luis Suarez tidak menahan bola dengan tangannya, bukan tidak mungkin, Ghana menorehkan sejarah untuk pertama kalinya tampil di semifinal Piala Dunia 2010. Namun sejarah yang seharusnya sudah dalam genggaman sirna ketika Luis Suarez menahan bola yang menuju ke gawangnya. Walaupun Ghana memperoleh penalti, namun tendangan Asamoah Gyan gagal, dan Uruguay menang melalui drama adu penalti untuk memastikan ke semifinal. 
  • Tangan John Collins (Skotlandia)
Skotlandia vs Belanda, Penyisihan Grup Piala Eropa 1996
John Collins
Belanda nyaris saja teringkir dari penyisihan grup Piala Eropa 1996 saat timnya hanya bermain imbang 0-0 melawan Skotlandia. Padahal dalam pertandingan tersebut sebuah tendangan Ronald de Boer sudah berada di garis gawang. Namun bola digagalkan John Collins dengan tangannya. Belanda akhirnya terselamatkan oleh Inggris yang mengalahkan Skotlandia 2-0. Belanda lolos ke putaran final berkat unggul selisih gol atas Skotlandia. 
  • Tangan Joe Jordan (Skotlandia)
Skotlandia vs Wales, Kualifikasi Piala Dunia 1977
Joe Jordan
 Sebelum John Collins menggagalkan tendangan Ronald de Boer yang nyaris menjadi gol, tangan pemain Skotlandia yang menuai kebencian adalah Joe Jordan. Dalam babak play-off Piala Dunia 1978 di Anfield Stadium, Jordan melakukan handball di dalam kotak penalti Wales. Namun wasit Robert Wurtz (Prancis) menunjuk penalti untuk Skotlandia yang menduga pemain belakang Wales, David Jones yang melakukan handball. Jordan selaku penendang penalti menuntaskan tugasnya dengan baik, sekaligus mengubur mimpi Wales berlaga di Argentina ’78.