Showing posts with label Life Style. Show all posts
Showing posts with label Life Style. Show all posts

Monday, February 13, 2012

Ini Dia 5 Pantai Sunset Paling Romantis di Bali

Bali selalu menarik hati dengan berbagai keindahan alamnya. Salah satu keindahan alam di Bali yang tidak boleh Anda lewatkan adalah sunset yang romantis, apalagi di hari Valentine ini. Berikut 5 pantai paling romantis untuk melihat surya tenggelam di Bali.

Sunset selalu berhasil membuat suasana semakin syahdu. Perubahan langit yang indah dan cahaya matahari yang semakin meredup membuat siapa pun yang melihat akan jatuh dalam keheningan yang menenangkan. Berikut 5 pantai romantis di Bali yang dihimpun detikTravel, Selasa (14/2/2012):

1. Uluwatu

Tidak hanya surga bagi para peselancar, Uluwatu juga surga merupakan tempat tepat untuk menikmati waktu berdua dengan orang terkasih. Anda bisa memilih 2 tempat untuk menikmati sunset. Menunggu sunset sambil bermain di pantai merupakan salah satu cara yang bisa Anda lakukan.

Ada pun cara lain untuk menikmati matahari tenggelam yaitu dari cafe-cafe yang ada di tebing sekitar Uluwatu. Cafe di area terbuka yang menghadap ke laut ini menjadi tempat tepat menikmati sunset indah di pantai Uluwatu. Anda bisa mengobrol santai dengan orang terkasih selagi menunggu matahari kembali ke peraduannya, romantis!

2. Tanah Lot

Sunset di Tanah Lot tidak kalah cantik dengan Uluwatu. Pemandangan matahari yang tenggelam dipadukan dengan laut yang luas dan Pura Tanah Lot yang sakral, menjadikan sunset di Tanah Lot tidak dapat tertandingi. Anda bisa memandangi matahari yang perlahan tenggelam sambil berjalan-jalan santai di sekitar pura. Bincang-bincang ringan sepanjang jalan akan membuat Anda dan pasangan akan membangun kembali kedekatan yang selama ini sudah terjalin.

3. Jimbaran

Ingin menikmati sunset menggoda sambil makan seafood? Kunjungi Jimbaran. Pantai panjang tanpa karang yang indah, dilengkapi dengan matahari yang terbenam bisa jadi pemandangan yang sempurna selagi Anda makan di tepi pantai.

Deretan tempat makan yang menghadap ke pantai siap memanjakan lidah Anda. Pilihlah kursi di area terbuka. Anda bisa menikmati angin pantai sambil duduk mengobrol sambil menunggu makanan atau bermain di pantai sampai matahari tenggelam.

4. Seminyak

Carilah ketenangan di sini. Pantai dengan ombak landai dan minim karang ini, tepat untuk Anda yang ingin menikmati alam dengan maksimal. Duduk di pasir sambil memandangi langit sore, sungguh jadi momen romantis bersama orang tersayang. Anda juga bisa berjalan di sepanjang tepi pantai dengan ombak yang menjilati kaki. Alam pun bisa romantis!

5. Kuta

Belum ke Bali namanya jika belum ke Pantai Kuta. Pantai yang sudah terkenal di seluruh pelosok dunia ini tak pernah kehabisan pengunjung. Pesona pantai indah ini tidak pernah lekang oleh waktu.

Menikmati sunset di Kuta selalu memberi sensasi tersendiri. Meski mungkin Anda sudah sering berkunjung ke Kuta, namun Anda akan tetap tersihir pesonanya pada saat matahari tenggelam. Nikmati langit yang jingga dan air laut yang memantulkan cahaya senja. Duduk di pasir yang lembut, mendengar debur ombak dan memandang matahari yang perlahan tenggelam merupakan pengalaman klasik yang menyentuh hati di Kuta. Dijamin, kegiatan ini tidak pernah membosankan.

Sumber : travel.detik.com

Friday, January 27, 2012

Inilah Gaun dari Sejuta Laba-laba

Berwarna kuning keemasan, gaun sutera ini terbuat dari bahan yang tak biasa. Sejuta laba-laba dikorbankan untuk membuat busana yang bakal segera dipamerkan di Eropa untuk pertama kalinya pekan ini pada Januari 2012.

Sedikitnya, waktu selama empat tahun diperlukan untuk membuat satu gaun. Sebanyak 80 orang pekerja terlibat dalam proses pembuatannya. Setiap pagi tim menjelajahi dataran tinggi Madagaskar untuk mencari laba-laba jenis Golden Orb betina, bahan utama baju berbentuk jubah ini.

Setelah proses pengumpulan selesai, dilanjutkan dengan proses yang disebut "penyuteraan", yakni 24 laba-laba akan dipaksa menghasilkan serat sutera oleh tenaga terlatih sebelum kembali dilepas ke alam bebas.

Selembar benang sutera tipis terbuat atas 96 helai sutera yang dihasilkan selama proses penyuteraan. Untuk satu ons sutera diperlukan 23 ribu laba-laba.

Kain tenunan yang dihasilkan secara alami berwarna keemasan. Simon Peers dan Nicholas Godley, dua ekspatriat di Madagaskar, bertanggung jawab untuk desainnya.

Terinspirasi oleh industri rumahan masyarakat setempat pada abad ke-19, mereka ingin menghidupkan kembali tradisi yang hilang ini. "Kami ingin menunjukkan tekstil sutera laba-laba di London agar publik tahu ini sebuah mahakarya," kata Simon.

Tekstil sutera laba-laba pertama kali ditampilkan di Museum Sejarah Alam di New York pada 2009. Saat itu, ajang ini memecahkan rekor untuk jumlah pengunjung ke sebuah pameran tunggal. Sejak lama hanya ada sedikit eksperimen tekstil dengan sutera laba-laba dan tidak ada upaya serius untuk menenunnya sejak tahun 1900.

Publikasi secara internasional tentang sutera ini pertama kali muncul dari pengembara Prancis, Francois-Xavier Bon de Saint Hilaire. Melalui tulisannya, ia menggambarkan bagaimana kain bisa berputar dari sutera laba-laba pada tahun 1709.

Dalam catatannya, Francois menceritakan bagaimana proses pembuatan kain sutra: dari merebus kepompong, kemudian mengekstraksi benang dengan sisir untuk membuat kaus kaki, sarung tangan, dan pakaian untuk Raja Louis XIV.

Sumber : tempo.co